Cakrawala News
Portal Berita Online

Dituduh Curi Uang Rp 100 Ribu Luqman Tewas Dianiaya 13 Temannya

0 16

JOGJAKARTA,CAKRAWALA.CO- Luqman Rahma Wijaya 18 tahun warga dusun Kauman Pleret Bantul Yogyakarta meregang nyawa ditangan teman – temannya sendiri yang setiap hari bermain bersama gara – gara dituduh mencuri uang 100 ribu rupiah. Akibat perbuatanya yang telah menganiaya Luqman Rahma Wijaya hingga tewas, 13 anak remaja, 9 diantaranya masih dibawah umur ditangkap polisi.

Para tersangka tersebut adalah PES ( 17 Tahun), PEA (14 Tahun), MREP (14 Tahun), MZ (19 Tahun) , AF (17 Tahun), BAS (15 Tahun), MFM (15 Tahun ), BPS (17 Tahun), BWF (15 Tahun), AWP (16 Tahun), M (21 Tahun), ARZ (20 Tahun) dan JRN (23 Tahun).

Dalam keterangan pers jumat (14/8/2020) Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi mengatakan kejadian penganiayaan ini terjadi Jumat (7/8) dini hari di rumah dua tersangka utama PES, 17 tahun dan MREP 15 tahun di Dusun Wonokromo Pleret Bantul Yogyakarta.

ads bukopin

“Kronologi kejadian berawal ketika pada Jumat (7/8/2020) sekitar pukul 19.30 WIB korban datang ke rumah tersangka PES (17). Korban ingin meminjam uang milik tersangka PES, tetapi tidak dipinjami. Setelah itu, Sabtu (8/8/2020) dini hari, tersangka PES bercerita kepada temannya PEA (14), yang juga menjadi tersangka, bahwa uang miliknya sebesar Rp100.000 yang berada di dalam dompet hilang. Lalu pada Sabtu dini hari pukul 02.00 WIB, korban Luqman meminjam sepeda motor milik tersangka AF untuk pulang ke rumah. 10 menit berselang korban datang dengan membawa rokok dan berbagai minuman. Mengetahui hal tersebut, tersangka yang juga teman korban di lokasi, yakni MREP (11), AF (17), PEA, BAS (15), dan MFM (15), menginterograsi korban. Setelah didesak akhirnya korban mengakui telah menambil uang sebanyak 50 ribu rupiah dan bukan 100 ribu,” jelas AKBP Wachyu Tri Budi Kapolres Bantul kepada media saat jumpa pers di mapolres Bantul, Jumat(14/8/2020).

Lebih lanjut Kapolres Bantul AKBP Wachyu menjelaskan setelah korban mengaku mengambil uang tersebut, tersangka PES kesal dan marah kemudian melakukan kekerasan terhadap korban bersama teman – teman lainnya yang ada di lokasi. Bahkan teman – teman tersangka lainnya menyusul ke lokasi dan ikut melakukan penganiayaan. Sehingga total yang melakukan penganiayaan sebanyak n13 orang.

” Ada delapan orang yang menyusul datang ke lokasi kejadian, yang merupakan rumah tersangka PES, dan langsung ikut memukuli korban. Mendengar keributan yang terjadi di rumahnya, ibu dari tersangka PES dan MREP bangun dan langsung menelepon Agus Maryanto, kakek korban. Korban waktu itu sudah lemas dan tak sadarkan diri. Kemudian kakek korban langsung menelepon RS Nur Hidayah untu dikirim ambulan. Namu nahas sesampai di rumah sakit korban meninggal,” ungkap AKBP Wachyu.

Selain mengamankan 113 orang tersangka Polisi menyita sejumlah barang bukti, yakni satu buah kaus lengan pendek, satu buah ikat pinggang yang digunakan tersangka untuk mengikat kaki korban, satu buah gayung yang digunakan untuk menyiram korban dengan air karena lokasi berada di dekat kamar mandi, kunci sepeda motor, dan satu buah korek api.

” Para tersangka dikenakan Pasal 170 ayat (2) ke 3 KUHP, dengan hukuman penjara maksimal 12 tahun penjara. Selain itu kami dari Kepolisian juga akan menggunakan Undang-undang Peradilan Anak untuk tersangka yang masih di bawah umur,” pungkas Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi. ( Okta/ Santosa )

Leave A Reply

Your email address will not be published.