Cakrawala News
Portal Berita Online

Diskusi FK-KIM Garut Hadirkan Nara Sumber dari Kepolisian

0 27

GARUT JABAR CAKRAWALA.CO – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut kembali menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi dengan mengundang para Ketua FK-KIM Kecamatan se-Kabupaten Garut, Selasa (29/10/2019).

Kegiatan yang dielar di Hotel Alamanda Garut ini menghadirkan nara sumber Kasubagmin Korta Sespimti AKBP Yusup Saprudin SIK CATS CCPS MCCI yang didaulat untuk memaparkan meteri tentang memerangi hoaks dan ujaran kebencian

AKBP Yusup Saprudin dalam kesempatanya memaparkan seputar UU ITE yang dapat menjerat siapa saja yang gegabah dan tidak berhati-hati dalam memilih dan memilah konten di media sosial dan lainnya.

ads bukopin

“hati hati dengan dua jari kita ini, karena keasyikan dimedsos gegabah share link informasi hoaks dan mengandung ujaran kebencian bisa dipenjarakan dengan UU ITE,”kata Yusup Saprudin perwira Polisi kelahiran asli Garut tersebut.

Yusup juga memaparkan dengan detail terkait pengalamannya dalam melakukan berbagai operasi tindak kejahatan terorisme yang dijalaninya semasa ia bertugas di Densus 88 Anti teror.

“Sebagian karier saya di Kepolisian diawali dengan bertugas didaerah Konflik serta di Densus 88 anti teror pada saat awal-awal satuan anti teror tersebut dibentuk,”paparnya.

Kepala Seksi Kemitraan Komunikasi Publik yang juga selaku Pejabat Pelaksana Tekhnis Kegiatan, Yanyan Agus Supianto mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan menyamakan visi peran dan fungsi serta merancang agenda kegiatan FK-KIM di 42 Kecamatan.

“kegiatan ini  diharapkan  dapat memberikan arahan yang lebih nyata dan terukur serta realistis untuk dapat diselesaikan dari setiap kegiatan yang menggunakan tekhnologi informasi,”kata Yanyan saat memandu kegiatan tersebut.

Yanyan juga menyebut pihaknya bersyukur telah mampu mendorong terbentuknya kepengurusan FK-KIM di 42 Kecamatan yang menjadi ujung tombak untuk pengelolaan Kelompok Informasi Masyarakat yang tersebar diseluruh pelosok Kabupaten Garut.

Kepala Bagian Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Pubik (IKP) Ubaidillah Satoni dalam sambutannya mewakili Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Garut mengatakan FGD digelar pihaknya untuk menjamin keterpaduan sistem pengelolaan dan pengolahan dokumen dan informasi elektronik dalam rangka membuka akses kepada informasi dan layanan.

“Ujungnya akan bermuara pada peningkatan mutu layanan publik melalui pemanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Garut,”ungkapnya.

Ia juga mengaku optimis potensi KIM Kabupaten Garut sangat beragam dan memiliki sejumlah inovasi dan kreatifitas yang dapat diandalkan dalam membantu pemerintah dalam menyuarakan hasil-hasil pembangunan.

Sementara Ketua FK-KIM Kabupaten Garut, Janur M Bagus menyampaikan apresiasinya  kepada Diskominfo Kabupaten Garut, yang telah melaksanakan FGD dalam pengembangan teknologi berbasis elektronik, serta penyusunan payung hukum untuk menjawab kebutuhan masyarakat terutama berkaitan dengan layanan publik.

“Untuk memadukan visi dan misi KIM Kabupaten dengan KIM tiap kecamatan perlu di perkuat dulu relawan-relawan KIM di tiap Kecamatan dengan melegalisasikan kepengurusan KIM dengan Surat Keputusan (SK). Selain itu kedepannya KIM Kecamatan akan membentuk KIM-KIM tiap desa. Dengan tujuan menginformasikan segala bentuk informasi akurat, dari pemerintahan daerah kepada masyarakat maupun sebaliknya,”ketanya.

Janur juga mengajak seluruh penggiat KIM Kabupaten Garut untuk menggelorakan semangat kemandirian dengan membangun kekuatan ekonomi melalui peningkatan kesejahteraan dengan memperkenalkan applikasi pembayaran digital besutan FK-KIM Garut yang diberinama Asgarpay.

“Kami tawarkan solusi agar rekan-rekan semua di KIM Kabupaten Garut mendapatkan penghasilan dan bisa mengelola organisasi secara mandiri. Kami telah menyepakati dari setiap transaksi di applikasi asgarpay akan diserahkan untuk kegiatan FK-KIM Kabupaten Garut,”tukasnya.***jmb

Leave A Reply

Your email address will not be published.