Cakrawala News
Portal Berita Online

Dinsos Aceh Utara Serahkan 50 Sertifikat Akreditasi Kemensos RI Untuk Panti Asuhan di Aceh Utara

0 25

 

LHOKSEUMAWE-CAKRAWALA.CO-Pemerintah Aceh Utara melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Aceh Utara menyerahkan 50 Sertifikat Akreditasi dari Badan Pendidikan, Penelitian dan Penyuluhan Sosial Kementerian Sosial RI kepada 50 Panti Asuhan di Sejumlah Kecamatan dalam Kabupaten Aceh Utara.

Penyerahan sertifikat tersebut, dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Aceh Utara yang diterima oleh tiga orang perwakilan panti Asuhan.Acara yang turut didampingi Kadis Sosial P3A Kabupaten Aceh Utara berlangsung, Selasa (11/08/2020) di Aula Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Aceh Utara.

ads bukopin

Dalam kegiatan tersebut juga diisi acara perpisahan Purna tugas Kasie Pelayanan Panti/Jompo dan Anak serta Lansia di Bidang Rehabilitasi Sosial Faridah Mulyani yang telah mengakhiri masa tugasnya selama mengabdi Dinas Sosial P3A Aceh Utara selama 36 tahun.

Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf mengatakan, dengan Terakreditasinya Panti Asuhan ini, maka dari sisi legalitas penggunaan anggaran lebih terjamin. Setiap tahun akan dievaluasi peningkatan terhadap nilai akreditasi tersebut”, Jika sudah akreditasi paripurna, mgkn akan ada bantuan dari pusat, atau ada even-even nasional yang bisa kita tampil dengan membawa nama baik Aceh Utara”, ungkapnya.

Kata Fauzi, anak-anak dipanti juga harus mampu bersaing didunia digital saat ini, mereka juga harus dibekali Ilmu Informasi dan Teknologi di Zaman Digitalisasi saat ini “, Selain ada pembelajaran pendidikan agama dan umum, anak-anak dipanti juga bisa dibekali dengan Ilmu ITI, dan ini ada di Kecamatan Langkahan yang sudah berjalan dibawah Koordinasi Dinas Dayah”, sebut Si Dompeng panggikan akrab Wabup.

Lanjutnya, kemampuan ITI ini bisa digunakan untuk hal-hal positif, dimana mampu memblokir hal yg negatif dari konten yang beredar didunia maya saat ini.Selain itu dipanti juga bisa dilakukan pemberdayaan ekonomi dan usaha bagi anak-anak yang berada didalamnya.

Jadi ini bisa dijadikan pilot project jika pemberdayaan ekonomi ini mampu membangun karakter dunia wirausaha bagi anak-anak yatim piatu yang diasuh didalam panti asuhan, tentunya akan diawali dengan pelatihan dan bimbingan teknis sebelum dikucurkan dananya”, ujarnya.

Insya Allah jika kondisi daerah sudah aman, aman dari penyakit, anggaran mendukung, kita akan arahkan pemberdayaan ekonomi ke yayasan-yayasan atau panti-panti penampungan anak-anak kita yang yatim piatu tersebut, lanjutnya.

Wabup berpesan, agar anak dipanti dapat dijaga dengan baik, terutama dari misi pendangkalan aqidah yang berasal dari lembaga donor luar negeri, sehingga mereka tidak terjerumus dengan aliran-aliran yang merusak nilai-nilai agama yang telah mengakar didaerah kita “, Kita harus selektif dengan negara dan lembaga donor luar negeri yang memberikan bantuan, karena bisa saja dibalik bantuan mereka, ada misi agama yang dibawa, seperti yang pernah terjadi saat bantuan Tsunami dan Gempa dulu Tahun 2004 lalu”, sebutnya.

Sementara itu, Kadis Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Aceh Utara Zulkarnaini menyebutkan, jumlah panti di Aceh Utara sebelumnya sebanyak 67 panti. Namun saat ini hanya tersisa 54 panti asuhan, dari jumlah tersebut  tersebut 52 Lembaga Kesejahteraan Anak (LKS) dan 2 merupakan Lembaga Kesejahteraan Sosial Jompo.

Diantara 54 itu, lanjutnya, sudah terakreditasi 50 panti, 2 belum terakreditasi, 2 lainnya blm ada nilai “, Kepada bapak ibu panti yang belum terakreditasi agar segera dapat diproses, krn apabila tidak terakreditasi, lembaga panti yang bapak ibu pimpin tidak dapat dipertangggungjawabkan legalitasnya”, Papar Zukarnaini.

Diakui saat ini, postur anggaran yang dialokasikan ke panti sangat minim, hal ini diakibatkan oleh kemampuan keuangan daerah dan kondisi Pandemi Covid-19 saat ini. Untuk persoalan biaya makan hanya tersedia anggaran dibawah 1 Milyar bagi seluruh panti di Aceh Utara, padahal sebelumnya anggaran tersebut mencapai 2 Milyar per tahunnya.

Namun hal diharapkan tidak menjadi kendala bagi pimpinan panti dalam menjalankan misi sosial, misi agama bagi anak-anak yatim yang ditampung disejumlah panti di Aceh Utara “, Bapak dan Ibu Pimpinan panti adalah pendukung kegiatan pemerintah dalam mengurangi persoalan sosial di masyarakat, tentunya juga mengurangi beban penerintah dalam penanganan persoalan sosial, tutupnya.

Acara serah terima sertifikat ini, turut dihadiri ketua Forum Pimpinan Panti Asuhan Se Aceh Utara Zakaria, Pejabat Dinas Sosial P3A Aceh Utara, dan Sejumlah pimpinan panti asuhan di Kabupaten Aceh Utara. (MS)

Leave A Reply

Your email address will not be published.