Cakrawala News
Portal Berita Online

Dinkes Gorontalo Gelar Penguatan Mikroskopis dan Crosschekcer Tenaga Malaria

0 49

GORONTALO CAKRAWALA.CO- Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo menggelar kegiatan penguatan terhadap tenaga miksroskopis dan crosschecker penyakit malaria, kegiatan tersebut digelar di Hotel Damhill, Kota Gorontalo. Senin (9/3)

Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Gorontalo Misranda Nalole mengatakan, pelaksanaan kegiatan Penguatan Mikroskopis dan Crosschecker Tenaga Malaria kepada petugas di seluruh puskesmas dan rumah sakit Se Provinsi Gorontalo, akan dilaksanakan selama 4 hari mulai dari hari senin (9/3).

“Tujuan pelaksanaan kegiatan hari ini yang akan berlangsung 3 hari kedeapan yakni akan melatih petugas untuk bisa melakukan tugas mikroskopis untuk penemuan malaria di Kabupaten dan Kota Gorontalo, mereka ini bertugas di puskesmas dan rumah sakit dimana alatnya sudah ada, saya mengecek langsung dengan menanyakan kesediaan alatnya dari kegiatan ini,” ujar Misranda.

ads bukopin

Ia mengatakan,terdapat beberapa Puskesmas yang belum ada alat mikroskopik untuk mendeteksi malaria, olehnya Misranda mengatakan Dinkes Provinsi Gorontalo akan mendorong agar segera diadakan.

“Melihat data program malaria dari tahun 2018 ada 58 kasus, ditahun 2019 telah menurun jadi 31 kasus,” imbuhnya.

Terdapat 107 fasilitas kesehatan (faskes) di Provinsi Gorontalo, ungkap Misranda pada tahun sebelumnya terdapat 71 faskes yang telah dilatih SDM nya, dan tahun 2020 ini ketambahan 25 peserta yang diberi penguatan, sisanya akan diberi latihan pada tahun yang akan datang.

“Kita akan masukan yang belum dilatih pada program ditahun depan,” pungkasnya.

Plt. Kadinkes tersebut menekankan, melalui kegiatan tersebut peserta diharapkan bisa memastikan seluruh kasus malaria sudah tercatat dan terlaporkan baik di Puskesmas dan Rumah Sakit di Provinsi Gorontalo. Meningkatkan kualitas pemeriksaan, karena hal itu berkaitan langsung dengan akreditas faskes (Puskesmas dan Rumah Sakit).

Kamudian, melakukan penyelidikan setiap ditemukan malaria, teknologi malaria harus dikuasai dan mengoptimalkan penggunaan obat-obatan malaria. Karena, menurutnya eliminasi malaria merupakan tanggungjawab bersama.

“Kami yakin peserta yang diutus adalah orang yang mampu untuk melaksanakan tugas yang dibebankan, karena berhubungan erat dengan derajat kesehatan masyarakat dan ini penting diterapkan di tempat tugas masing-masing,” tutupnya.****(Adv/Fadhil)

Leave A Reply

Your email address will not be published.