Cakrawala News
Portal Berita Online

Dinilai Ada Pembohongan Publik, Ipong Dilaporkan Ke Bawaslu Ponorogo

0 487

PONOROGO,CAKRAWALA.CO – Pernyataan Calon Bupati Ponorogo terkait tidak adanya Adipura dalam debat ke dua pada 19 November lalu berbuntut panjang, lantaran Calon Bupati Ipong Muchlissoni diduga sudah melakukan pembohongan publik dalam Debat lalu, dan hari ini, Kamis 26 November 2020 di laporkan ke Bawaslu Ponorogo.

Pelapor dengan membawa sejumlah bukti rekaman video dan pemberitaan terkait Adipura dari sejumlah sumber, Engky Bastian melaporkan pembohongan publik tersebut ke Bawaslu Ponorogo. Dalam hal ini Ketua DPC Ponorogo, Bambang Juwono juga menemani Engky Bastian dalam melaporkan kasus tersebut ke Bawaslu Ponorogo.

Pada keterangannya Ketua DPC PDI P Ponorogo, Bambang Juwono mengatakan,”ini saya menemani di Bawaslu guna untuk melaporkan Ipong Muchlissoni terkait pernyataanya dalam debat ke dua yang menyebut bahwa Adipura itu sudah tidak ada,”katanya.

ads bukopin

Bambang Juwono menerangkan,”dalam pernyataan Calon Bupati Ipong Muchlissoni menyebut dengan gamblang dan jelas bahwa penghargaan Adipura mulai tahun 2017 itu sudah tidak ada, ini sudah termasuk pembohongan publik,”terangnya.

Bahkan Bambang Yuwono juga menyayangkan ucapan Ipong Muchlissoni,”seharusnya sebagai seorang calon pemimpin itu memberikan berita fakta kepada masyarakat, tapi pada kenyataanya justru memberikan pernyataan yang salah,”ungkap Bambang.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sekretaris Tim Pemenangan Sugiri Sancoko-Lisdyarita, Engky Bastian sebagai pelapor ke Bawaslu,”dengan pernyataan Ipong Muchlissoni dalam debat ke dua menyebut bahwa Adipura itu sudah tidak ada sejak tahun 2017. Padahal kabupaten tetangga yakni Pacitan pada tahun 2019 meraih Adipura tersebut,”tuturnya.

Selankutnya, Engky juga menambahkan,”maka dari itu kita laporkan hal tersebut ke Bawaslu karena sudah jelas melakukan dugaan pembohongan publik, dan pada kenyataanya hingga sampai sekarang website Kementrian LH juga masih ada untuk Adipura. Apalagi pernyataan tersebut seolah ditutupi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup,”tambahnya.

Engky Bastian berharap semoga Bawaslu tidak masuk angin lagi seperti yang sudah-sudah,”semoga laporan tersebut diterima dengan baik dan mudah-mudahan Bawaslu tidak masuk angin lagi, karena beberapa kali laporan terhenti di Bawaslu,”imbuhnya.

Sementara itu, Marji Nurcahyo, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Ponorogo, menjelaskan,”hari ini kami menerima laporan dari masyarakat dan sudah diterima oleh staf dan nanti dalam dua hari mendatang akan dilalukan kajian awal, untuk pemenuhan syarat formil materiilnya dan dugaan pelanggarannya. Apabila syarat formil dan materil sudah terpenuhi maka bisa untuk *Di Duga Ada Pembohongan Publik, Ipong Di Laporkan Ke Bawaslu*

PONOROGO,KANALINDONESIA.COM : Pernyataan Calon Bupati Ponorogo terkait tidak adanya Adipura dalam debat ke 2 pada 19 November kemarin berbuntut panjang, lantaran Cabup Ipong Muchlissoni diduga sudah melakukan pembohongan publik dalam pernyataannya tersebut dan akhirnya, hari ini, Kamis (26/11/2020)

Dengan membawa sejumlah bukti rekaman video dan pemberitaan terkait Adipura dari sejumlah media online, Engky Bastian melaporkan pembohongan publik tersebut. Dalam hal ini Ketua DPC Ponorogo, Bambang Yuwono juga menemani Engky Bastian dalam melaporkan kasus tersebut ke Bawaslu Ponorogo.

Dalam keterangannya Ketua DPC PDI P Ponorogo, Bambang Yuwono mengatakan,”ini saya menemani di Bawaslu guna menemani untuk melaporkan salah satu Paslon yakni Ipong Muchlissoni terkait pernyataanya dalam debat ke dua yang menyebut bahwa Adipura itu sudah tidak ada,”katanya.

“Dalam pernyataan Calon Bupati Ipong Muchlissoni menyebut dengan gamblang dan jelas bahwa penghargaan Adipura mulai tahun 2017 itu sudah tidak ada, ini sudah termasuk pembohongan publik,”terangnya.

Bahkan Bambang Yuwono menyayangkan ucapan Ipong Muchlissoni,”seharusnya sebagai seorang calon pemimpin itu memberikan berita fakta kepada masyarakat, tapi pada kenyataanya justru memberikan pernyataan yang salah,”ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Sekretaris Tim Pemenangan 01,Engky Bastian sebagai pelapor ke Bawaslu tersebut,”dengan pernyataan Ipong Muchlissoni dalam debat ke 2 menyebut bahwa Adipura itu sudah tidak ada sejak tahun 2017. Padahal kabupaten tetangga yakni Pacitan pada tahun 2019 meraih Adipura tersebut,”tuturnya.

Engky juga menambahkan,”maka dari itu kita laporkan hal tersebut ke Bawaslu karena sudah jelas melakukan dugaan pembohongan publik, dan pada kenyataanya hingga sampai sekarang website Kementrian LH juga masih ada untuk Adipura. Apalagi pernyataan tersebut seolah ditutupi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup,”tambahnya.

Engky Bastian juga berharap semoga saja Bawaslu tidak masuk angin lagi,”semoga laporan tersebut diterima dengan baik dan mudah-mudahan Bawaslu tidak masuk angin lagi, karena beberapa kali laporan terhenti di Bawaslu,”imbuhnya.

Sementara itu Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Ponorogo, Marji Nurcahyo mengatakan,”hari ini kita menerima laporan dari masyarakat dan sudah diterima oleh staf dan nanti dalam dua hari mendatang akan dilalukan kajian awal, untuk pemenuhan syarat formil materiilnya dan dugaan pelanggarannya. Apabila syarat formil dan materil sudah terpenuhi maka bisa untuk ditindak lanjuti untuk diregister dan kalau terpenuhi unsur pidana maka akan di gelar rapat di Gakumdu yang melibatkan Kepolisian,k
Kejaksaan dan Bawaslu,”jelasnya. (Sus)

Leave A Reply

Your email address will not be published.