Dinas Sosial, Terima Murtini, Difabel Pemecah Rekor MURI

LHOKSEUMAWE (CAKRAWALA.CO): Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak Kabupaten Aceh Utara, menerima kunjungan Penyandang Disabilitas dalam rangka memecahkan Rekor MURI Katagori Penyandang Difabel.

Dr.Hj.Murtini, SH, MH (61) tahun asal Tangerang Kota Jakarta, tiba di Dinas Sosial Pemberdayaan dan Perlindungan Kabupaten Aceh Utara, Kamis (25/07) setelah melakukan perjalanan panjang berkeliling Indonesia.Kedatangannya diterima Kasie Fakir Miskin Mukhlis.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Kabupaten Aceh Utara Zulkarnaini melalui Kasie Fakir Miskin, mengatakan, kedatangan wanita paruh baya ini dalam rangka memecahkan Rekor MURI Katagori Difabel dan menulis buku berjudul ” Pelayanan Publik Bagi Penyandang Difabel”.
Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Aceh Utara, Kamis (25/07) menerima kunjungan Dr.Hj.Murtini Penyandang Disabilitas yang mengelilingi Indinesia dalam rangka memecahkan Rekor MURI dan Menerbitkan Buku Berjudul ", Pelayanan Publik Terhadao Difabel",.Murtini telah mengunjungi 449 Kab/Kota dari Marauke dan akan mengakhiri perjalanan di Kota Madya Sabang yang merupakan Kabupaten terakhir di Propinsi Paling ujung Indonesia.(Foto/MS)

Dalam perjalanan panjangnya untuk menulis buku dan memecah rekor MURI, Murtini telah menempuh perjalanan selama lima tahun seorang diri dimulai dari Marauke dan akan mengakhiri Perjalanan di Kota Sabang Propinsi Paling ujung Indonesia.

“, Sudah 449 Kabupaten di Indonesia telah dikunjunginya, dan Aceh merupakan provinsi terakhir di Indonesia yang dikunjungi Murtini”, Jelas Mukhlis.

Kedatanganya untuk meminta surat keterangan bahwa dirinya telah mengunjungi instansi publik, terutama pelayanan yang kita berikan untuk dirinya “, Kita telah memberikan surat keterangan tersebut, dan surat itu menjadi pegangan jika dia telah mengunjugi Instansi kita di Aceh Utara”, jelasnya.

Sementara itu, Murtini yang ditemui usai di Dinas Sosial Aceh Utara mengatakan, dirinya telah 3 hari berada di Aceh Utara.Selama berada di Kota Lhokseumawe, dirinya telah mengunjugi Kantor Walikota, Kodim 0103 Aceh Utara, dan sejumlah instansi lain, “Saya ingin melihat pelayanan publik, khususnya terhadap penyandang disabilitas, agar mereka tidak dipandang sebelah mata”, jelasnya.

Setelah berada di Dinas Sosial Aceh Utara, selanjutnya diantar menuju Kantor Bupati Aceh Utara untuk bertemu Bupati.Namun Karena Bupati sedang diluar daerah, Kedatangannya langsung disambut hangat Sekda Aceh Utara Abdul Aziz.

*Mantan Dosen di Universitas Negeri Jakarta*

Murtini merupakan seorang PNS di Universitas Negeri Jakarta.Awal karirnya dimulai dari seorang Dosen, namun pada tahun 2004, dirinya mengalami kecelakaan yang menyebabkan kedua bola matanya mengalami kebutaan permanen seumur hidup “, Saya kecelakaan bus saat study banding, kedua mata saya Saya divonis buta seumur hidup oleh dokter di rumah sakit elizabet Singapura yang menangani operasi saat itu”, Ujarnya mengisahkan.

Istri dari Menurut Hadi Dedi Aprianto yang tidak lain adalah pensiunan TNI ini, kariernya di Dosen akhirnya redup, dan meminta pensiun dini pada tahun 2017 “, Jadi karena mengalami buta seumur hidup, dia tidak bisa lagi melanjutkan kegiatan sebagai dosen, akhirnya minta pensiun dini”,jelasnya.

Meski umurnya telah senja, namun Marwini memiliki mental dan semangat baja, dirinya pun berniat keliling Indonesia sebagai seorang penyandang cacat.Untuk mewujudkan impiannya, dirinya harus mengikuti berbagai seleksi yang digelar Pemda DKI Jakarta.

Dari seratusan peserta, dirinya terpilih untuk melakukan perjalanan panjang tersebut setelah mengantongi izin suami dan kekuarganya.Motivasi dirinya keliling indonesia, Slselain ingin menerbitkan buku tentang Pelayanan Publik Terhadap Difabel, dirinya juga bertekad memecahkan Rekor MURI tahun ini, bahkan kisahnya pun akan ditayangkan di Program acara Kick Andy pada 15 Oktober mendatang “, Saya akan menerbitkan buku setelah perjalanan ini, dan kisah suka dan duka saya akan ditayangkan di Metro TV program Kick Andy setelah perjalanan terakhir saya ke Sabang”, Tuturnya.

Selama perjalanannya berkeliling Indonesia, dirinya menggunakan uang pribadi yang diberikan anak-anaknya, sebagian ada sumbangan sukarela dari Instansi yang ia kunjungi, namun dirinya tidak pernah meminta belas kasihan untuk ongkos ataupun selama menempuh perjalanan panjang dari Dinas ataupun Instansi Publik yang dia kunjungi.(MS)

Facebook Comments
%d bloggers like this: