Cakrawala News
Portal Berita Online

Dinas P3APPKB dan Anggota DPRD Bukittinggi Gelar Roadshow Capacity Building Forum Anak Kelurahan

0 19

BUKITTINGGI, Cakrawala.co – Semakin santernya kasus Lesbian Gay Biseksual Transgender (LGBT) di Kota Bukittinggi, yang memangsa korban anak usia sekolah menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah Kota Bukittinggi dan DPRD Bukittinggi.

Perkembangan kenaikan kasus dari tahun 2020 sampai tahun 2021, hampir sebanyak 50 persen. Kenaikan kasus ini kemungkinan besar disebabkan faktor ekonomi, faktor sosial dan berbagai faktor lainnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Kota Bukittinggi, Yeni Astuti yang menjadi narasumber dalam kegiatan yang dilaksanakan di Kelurahan Campago Ipuah, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS), ini menyebutkan kita akan melakukan upaya pencegahan dari anak usia sekolah, ujarnya, Senin 6 Juni 2020.

Dikatakan juga oleh Yeni, bahaya LGBT perlu disosialisasikan kepada anak-anak di usia dini. Dirinya juga sangat mengapresiasi dana pokok pikiran (pokir) dari anggota DPRD Ibnu Asis yang disalurkan untuk sosialisasi terhadap bahaya LGBT pada anak tersebut.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk pendekatan atau sosialisasi terhadap anak khususnya forum anak di Kelurahan Campago Ipuah, tuturnya.

“Forum anak ini diharapkan peran dua pribadi sebagai pelapor dan pelopor. Kasus LGBT di Kota Bukittinggi saat ini cukup marak. Tahun 2022 saja, sekitar 5 kasus LGBT yang menimpa anak – anak usia sekolah,” ujarnya.

Kami menghimbau kepada masyarakat, mungkin ada anak-anak kita yang terdampak atau sudah menjadi korban LGBT ini. Jangan ragu dan takut untuk melapor kepada Dinas P3APPKB, ucapnya.

Pelayanan sudah disiapkan oleh Pemerintah Kota Bukittinggi dengan cara gratis. Bentuk pelayanan terhadap korban LGBT ini dengan memberikan terapi psikolog tanpa dipungut biaya atau gratis. Pemko Bukittinggi juga bersinergi dengan beberapa klinik psikologis baik pemerintah maupun swasta. Sinergi dengan dinas P3APPKB murni dari pelayanan dari pemerintah kota Bukittinggi dengan cara gratis, imbuhnya.

Anggota DPRD Kota Bukittinggi Ibnu Asis juga mengatakan, acara Roadshow Capacity Building Forum Anak Kelurahan dengan tema Sebagai Pelopor dan Pelapor Pemenuhan Hak Anak di kelurahan wilayah kerja Kecamatan MKS ini baru perdana dilaksanakan, katanya.

DPRD memberikan ruang yang nyata dan memberikan kesempatan hadirnya forum anak di tingkat kelurahan, sambungnya.

Kedepannya, forum anak itu bukan lagi objek pembangunan tapi dijadikan subjek pembangunan. Sebagai subjek, tentunya akan memberikan warna tersendiri bagi kegiatan perencanaan pembangunan di setiap kelurahan nantinya. Kelurahan manapun yang tidak menyuarakan forum anak dalam kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), ibarat makan sayur kurang garam. Intinya, forum anak harus diakomodir di setiap kelurahan,” tukas Ibnu Asis.

Lurah Campago Ipuah Hastine Asih juga mengucapkan terima kasih kepada anggota DPRD Ibnu Asis yang telah mengalokasikan dana pokir nya untuk kegiatan yang bermanfaat ini.

Kegiatan ini sangat bagus untuk mengantisipasi para generasi muda supaya jangan terlibat kasus LGBT, ujarnya.

Hastine juga menyampaikan bagaimana perkembangan anak kedepannya, karena anak merupakan generasi penerus bangsa. Jika salah mendidik dan jika tidak diantisipasi mulai sekarang, masa depan mereka akan hancur, ucapnya.

Salah seorang Narasumber dalam kegiatan ini, Yosi Molina, yang merupakan seorang Psikolog juga mengatakan, belakangan ini dirinya seringkali menangani kasus LGBT ini, bahkan 5 kasus tertinggi yang dilaporkan berasal dari Kecamatan MKS.Mungkin di lokasi lain juga ada kasus serupa, tapi yang sampai melapor ke Dinas P3APPKB baru yang dari Kecamatan MKS,” sebutnya.

Yosi menyebutkan kegiatan ini sebagai preventif pencegahan. Sosialisasi bertujuan agar mereka terutama usia pelajar lebih waspada dan tidak terjebak kepada komunitas-komunitas yang salah dalam berkumpul, sehingga dampak terburuknya bisa diantisipasi sejak dini, tutupnya. (**)

Leave A Reply

Your email address will not be published.