Cakrawala News
Portal Berita Online

Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Lakukan Vaksinasi di Kantor Kajati

0 792
CAKRAWALA GORONTALO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Gorontalo kembali melakukan vaksinasi pada petugas pelayanan publik. Seperti yang dilaksanakan kepada para jajaran di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Gorontalo, Selasa (2/3/2021).

 

Kepala Dinkes Provinsi Gorontalo, dr. Yana Yanti Suleman yang menyaksikan langsung proses itu menyampaikan vakinasi ini
merupakan tahap kedua dan dikhususkan
untuk petugas pelayanan publik serta lansia.

 

Menurut dr Yana, Kejaksaan Tinggi Gorontalo termasuk pelayanan publik yang sering melayani masyarakat terkait masalah hukum.

 

“Maka itu kami datang untuk melakukan vaksinasi dengan melalui protokol kesehatan dan proses screening itu sendiri” ucapnya.

 

Kadinkes juga menjelaskan sampai dengan saat ini, laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) tidak ada yang berat dan signifikan.

 

“Alhamdulillah sampai dengan sekarang mulai dari tahap satu tidak ada KIPI yang berat. Kalaupun ada paling banyak sakit kepala, ngantuk, tidur, dan panas,” jelasnya.

 

Dalam kesempatan itu, jajaran Kejati antusias mengikuti vaksinasi. Pada penyuntikan pertama diterima Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Gorontalo, Muhammad Naim.
Wakajati mengungkapkan sasaran vaksinasi Covid-19 ini adalah seluruh pegawai dengan jumlah 140 orang yang terdiri dari jaksa, tata usaha, dan tenaga honorer.

 

“Insyallah sampai hari ini kalaupun mencukupi dosis vaksin yang disampaikan dinas kesehatan, kami juga akan melakukan vaksinasi keluarga kami yang ada di Kejaksaan Tinggi,” ungkapnya.

 

Muhammad Naim juga mengatakan setelah divaksin tidak merasakan efek samping yang berarti.

 

“Tadi saya telah divaksin dan rasanya seperti biasa saja disuntik yang dirasakan disuntik seperti digigit semut,” jelas Wakajati.

 

Diakhir wawancara, Wakajati berharap masyarakat mau berpartisipasi dalam menyukseskan program vaksinasi Covid-19 yang dilaksanakan oleh pemerintah.

 

“Karena vaksin adalah salah satu pembentukan antibodi. Mudah-mudahan semua virus khususnya Covid-19 tidak menjangkit kepada yang telah divaksin, tetapi tentunya setelah divaksin protokol kesehatan tetap diterapkan. Jangan sampai mereka yang telah divaksin menganggap dirinya sudah kuat karena imun sudah terbentuk,” pungkasnya.

 

(Aden)
Leave A Reply

Your email address will not be published.