Cakrawala News
Portal Berita Online

Dimakan Usia Atap Sekolah di Ngawi Roboh

1

NGAWI, JATIM, CAKRAWALA.CO-Diduga akibat kayu penyangga bangunan lapuk dan termakan usia, sebuah ruang kelas Sekolah Dasar Negeri Wonokerto, Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi Jawa Timur roboh. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun membuat para siswa harus belajar dilantai ruang perpustakaan karena keterbatasan ruang kelas.

Robohnya atap bangunan di salah satu ruang kelas tersebut menyebabkan sejumlah barang perabotan tertimpa puing bangunan dan genting. Beruntung disaat roboh ruang kelas 5 tersebut sudah dikosongkan tidak ditempati lantaran diketahui dalam kondisi rapuh.

Menurut para guru menjelaskan bahwa musibah ambruknya atap bangunan tersebut terjadi Rabu, (24/10/2017) sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu proses belajar mengajar sedang berlangsung, tiba tiba atap ruang kelas roboh. Diduga kondisi kayu penyangga sudah lapuk dan termakan usia dan terlebih lagi akibat diguyur hujan lebat beberapa hari terakhir.

ads bukopin

“saya begitu mendengar suara ada yang roboh, saya langsung lari keluar, saya tidak melihat apa-apa dan saat itu anak-anak masih di dalam kelas. Yang roboh ruang kelas yang tidak dipakai, kemudian kondisi sudah ramai dan panik namun tidak ada yang tertimpa, soalnya kelasnya gak terpengaruh dengan atap yang roboh,”kata Nanik Nurniati salah satu guru.

Melihat kondisi bangunan SDN Wonokerto sendiri sebenarnya sangat memprihatinkan, hal ini terlihat banyak ruang kelas namun karena usia dan banyak yang rusak. Kondisi ini dibenarkan oleh pihak kepala sekolah, Uji Pur Sucahyo.

“Disini memang banyak ruang kelas, tapi kondisinya semua sudah rusak, ada air hujan deras roboh begini. Saat ini yang bisa dipakai hanya 2 ruang, yang lain kita kosongkan karena membahayakan sedangkan untuk belajar para siswa di pindahkan ke ruang perpustakan,”ujar Kepala Sekolah SDN Wonokerto, Uji Pur Sucahyo, kepada wartawan, Rabu,(25/10/2017)

Sementara para siswa sendiri hanya bisa berharap agar bangunan sekolahnya kembali diperbaiki atau dibangun kembali agar mereka tidak belajar dilantai dengan berjongkok di ruang perpustakaan.

“terpaksa belajar disini karena sekolahnya roboh dan berharap segera diperbaiki biar bisa belajar dengan lancar. Karena saat ini belajarnya dengan berjongkok dan dilantai,”ujar Gianda Putri salah satu siswa yang belajar diruang perpustakaan.

Akibat ambruknya ruang kelas 5 tersebut, dan guna mengantisipasi terganggunya proses belajar mengajar para siswa SDN Wonokerto yang berjumlah 137 siswa ini, pihak sekolah sementara melakukan secara bergantian. Sebagian siswa bahkan harus rela belajar di lantai perpustakaan. Dengan kondisi ini para guru dan khususnya para siswa berharap agar pemerintah daerah segera turun tangan dengan melakukan perbaikan, agar proses belajar mengajar di sekolahnya berjalan lancar dan nyaman.(Wawan/Zen)

Comments are closed.