Cakrawala News
Portal Berita Online
ads riau 2

Dilatarbelakangi Uang 3 Juta Menantu Cabut Nyawa Ibu Mertua

0 99

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO – Bergerak cepat, Tidak lebih dari 2 jam, pelaku pembunuhan terhadap Siti Fadilah (47) warga RT 01 RW 03 Desa Ganting Kec. Gedangan berhasil ditangkap Satreskrim Polresta Sidoarjo Rabu 26 Februari 2020.

Pembunuhan dan menguras harta berharga korban itu adalah Totok Dwi Prasetyo (25) menantu anak nomor dua korban. Totok berhasil ditangkap oleh anggota Satreskrim yang mengepung rumah nenek pelaku di Dusun Malang Ganting RT 01 RW 03 Desa Ganting, yang tidak jauh dari rumah korban.

“Totok tega membunuh karena akan hutang uang senilai Rp 3 juta, tidak dikabulkan oleh mertuanya,” kata Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji.

Manager Bahyangkara menjelaskan, uang Rp 3 juta rencananya akan dibuat untuk mengambil ijazah isteri pelaku (anak kandung korban). “Karena hutang tidak diberi, pelaku kalap dan mencekik korban, lalu memukul dengan miniatur kapal bahan porselin dan tabung elpiji beberapa kali di bagian kepala,” ungkap Sumardji.

Tidak puas dengan itu, sambung dia, pelaku mengambil gunting lalu di tusuk-tusukan ke dada korban dengen maksud agar mengenai jantung korban dan meninggal. “Kurang ajarnya, pelaku juga menusuk-nusuk kemaluan korban dengan gunting yang dibawa pelaku. Ini perbuatan biadab sekali,” tukas Sumardji.

Pelaku mengaku tidak merencanakan pembunuhan terhadap korban. Akibat perbuatan itu, pelaku terancam Pasal 338 tentang dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain atau pembunuhan. “Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” tegas mantan Kabag Regident Ditlantas Polda Metro Jaya itu.

Totok Dwi Prasetyo usai membunuh korban Fadilah, mertuanya sendiri, pelaku keluar dari rumah korban, dengan santai berjalan lewat pintu depan menuju rumah nenek pelaku yang berada di sisi selatan rumah korban atau terpisahkan dengan sungai.

Korban yang bersimbah darah dengan luka disekujur tubuh, dibiarkan lalu ditinggal pergi. Pintu rumah korban ditutup kembali lalu dikunci dari luar.  “Pelaku juga membawa kabur beberapa gelang perhiasan, cincin, ATM dan HP korban,” ungkap Sumardji.

Akibat perbuatan itu, pelaku terancam Pasal 338 KUHP tentang dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain atau pembunuhan, yang ancaman pidanananya maksimal 15 tahun kurungan penjara. (Uji/Win)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.