Cakrawala News
Portal Berita Online

Dijenguk KPSN, Orang Tua Krisna Adi Terharu Dan Ucapkan Terima Kasih

0

Jakarta,Cakrawala,Co.- Malang nian Krisna Adi Darma ibarat sudah jatuh tertimpa tangga. Setelah terkena skorsing seumur hidup oleh PSSI terkait kasus pengaturan skor, mantan pemain PS Mojokerto Putra (PSMP) tersebut kini harus mendekam di rumah sakit setelah mengalami kecelakaan lalu-lintas, Minggu (23/12) lalu.

Tak ada kepedulian yang bisa ditunjukkan oleh Asosiasi Pemain Sepakbola maupun oleh PSSI.

Di tengah kondisi sulit yang dialami Krisna, Ketua Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN) Suhendra Hadikuntono terketuk hatinya memberi perhatian kepada pemain berusia 23 tahun itu.

ads bukopin

Kamis (23/12), Suhendra terbang dari Jakarta membesuk Krisna hingga kini masih menjalani perawatan di RS dr Sardjito, Yogyakarta.

“Terima kasih atas perhatian yang diberikan. Setelah dihukum PSSI, anak kami tercampakkan dan terpuruk. Tak ada yang mau membantu,” ujar orang tua Krisna yang namanya tidak ingin disebutkan karena khawatir muncul ancaman.

Krisna Adi sebelumnya dikabarkan akan “buka -bukaan” membongkar mafia bola namun tak lama kenudian mendadak alami kecelakaan.

Kunjungan Suhendra ke keluarga Krisna dilakukan di tengah gencarnya penangkapan terhadap tersangka kasus match fixing oleh Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola.

“Biarlah match fixing itu menjadi tugas Satgas Antimafia Bola.

Sikap kita adalah mendukung sepenuhnya langkah Polri, namun di saat yang sama kita juga memberikan perhatian terhadap mereka yang berpotensi terancam, apalagi yang sedang terkena musibah,” ungkap Suhendra memberi alasan mengapa dia membesuk Krisna.

Sebagai wujud perhatian kepada Krisna, Suhendra selaku Ketua KPSN juga sudah berkirim surat kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian dengan tembusan ke Presiden Joko Widodo dan Menpora Imam Nahrawi.

Dalam surat bernomor 002/KPSN/XII/2018 tertanggal 24 Desember 2018 tersebut, Suhendra minta Kapolri memberikan perlindungan kepada Krisna, termasuk orang-orang atau pihak-pihak lain yang berpotensi menjadi saksi match fixing yang kini sedang ditangani Polri.

Suhendra sebelumnya mengatakan mereka yang ditangkap saat ini masih belum “ikan kakap” mafia bola Indonesia berdasarkan analisa KPSN.

Comments are closed.