Cakrawala News
Portal Berita Online

Digagahi Dan Diperas Selama Dua Tahun,Seorang Wanita Minta Bantuan Hukum,Kini Pelaku Diburu Polisi

SUKOHARJO,CAKRAWALA.CO,-Mengaku menjadi korban pemerasan, dan pelampiasan nafsu bejat seorang lelaki tua berinisial SWT (60) yang tak lain masih tetangganya sendiri,selama dua tahun.Seorang wanita berinisial DSH (29) warga Sragen,Jawa Tengah.mengadu ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Solo Raya di Kompleks Sentra Niaga, Solo Baru, Grogol, Sukoharjo untuk meminta bantuan hukum.

 

Menurut keterangan dari Gede Suadenawa Putra,selaku kuasa hukum wanita korban perzinahan dan pemerasan berinisial DSH”,kasus ini bermula pada tahun 2010. Dimana saat itu korban sedang menempuh perkuliahan di salah satu universitas tinggi di daerah Jombang Jawa Timur.

Dengan diantar Tersangka,SWT (60)atas permintaan ibu kandungnya.yang merupakan Pembina sebuah perguruan bela diri,yang juga guru spiritual ibi kandung korban.awalnya tida ada masalah,namunn lama kelamaan,secara psikologis korban di ruwat atau di rukiyah, ternyata di rukiyahnya itu bukan di suatu tempat yang Kramat tapi di penginapan dan disitu tersangka menyetubuhi korban selama dua tahun,” terangnya Sabtu (22/2/2020).

 

Bahkan selama dua tahun itu dimana saat persetubuhan berlangsung, tersangka mengambil gambar dan video di semua bagian tubuh korban. Sehingga dengan senjata foto tersebut,tersangka melakukan pemerasan terhadap korban hingga mencapai Rp 30 juta selama 2018 hingga 2019.

“Kalau tidak mentransfer uang,foto-foto korban akan disebar ke keluarga korban melalui pesan WhatsApp,” jelasnya.

 

Menurut Sukadewa, modus yang digunakan pelaku agar bisa menggagahi korban adalah membersihkan korban dari aura negatif. Kepada korban, pelaku mengatakan ingin meruwat atau melakukan ritual rukiyah kepada korban.

“Korban mengaku saat itu dirinya dibuat antara sadar dan tidak. Seperti kena guna – guna. Semua permintaan pelaku dituruti oleh korban,”terangnya.

Tak tahan lantaran kerap diperas,korban dan keluarganya. pun akhirnya memilih melaporkan SWT kepada polisi melalui kuasa hukumnya.

Kasus ini langsung dilaporkan ke Polres Sukoharjo dan Polres Sragen, keduanya sudah merespon dengan baik dengan melakukan pemanggilan terhadap SWT tetapi mangkir,” jelasnya.

Dikarenakan tersangka terus mangkir, petugas akhirnya mendatangi rumah tersangka. Namun ternyata petugas hanya bertemu dengan istri tersangka.

“Ada tujuh nomor yang dipakai oleh tersangka, tapi hanya satu nomor yang bisa dihubungi dari situ polisi melacak dan infonya berada di Widodaren Ngawi,” katanya.

Menurut Sukadewa, ternyata sebelum menggagahi korban, ibu korban pun sempat menjadi korban dari aksi bejat SWT. Modusnya pun sama, ibu korban diguna-guna hingga tak ingat apapun.

“Dan ternyata Ibu dari si korban pun rupanya sempat mengalami kejadian serupa dengan anaknya. Jadi tempat pelampiasan nafsu pelaku. Modusnya sama. Cuma di peras atau tidak, saya tidak tahu,” paparnya.

Sukadewa meminta agar polisi bisa segera menangkap pelaku. Pasalnya, lima bulan sejak dilaporkan, pelaku belum juga berhasil dibekuk. Dalam kasus ini, tersangka SWT sudah dilaporkan ke Polres Sukoharjo pada 19 Oktober 2019 lalu.

Pelaku dilaporkan dengan UU ITE sebagaimana dimaksud pasal 45 (1), dan atau pasal 45 huruf b UU No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang ITE.Jika terbukti melanggar UU ITE, tersangka diancam hukuman enam tahun kurungan penjara,””Harapannya tersangka segera tertangkap,” tambahnya…(AgB)

 

 

%d bloggers like this: