Cakrawala News
Portal Berita Online

Diduga Memalsukan Surat Riwayat Tanah, Kades Prambangan Gresik Ditahan

9

GRESIK, JATIM, CAKRAWALA.CO – Setelah melalui proses yang alot, Fariantono, Kepala Desa Prambangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur akhirnya bersedia ditahan oleh Kejari Gresik, Senin (28/8/2017) malam akibat kasus dugaan pemalsuan surat riwayat tanah.

Proses penahanan Fariantono berlangsung dramatis. Sejak sore, petugas kejaksaan sudah menyiapkan mobil tahanan. Namun Fariantono menolak ditahan. Sejumlah anggota Sabhara Polres Gresik mendatangi ruang Seksi Pidana Umum (Pidum) Kejari Gresik, tempat Fariantono bertahan. Setelah melalui dialog yang alot, kemudian Suliono dikawal Polisi berseragam meninggalkan ruang Pidum menuju mobil tahanan.

Untuk sementara, Fariantono dan dua tersangka lainnya yakni Ayuni dan Sulyono dititipkan di LP Banjarsari Kecamatan Cerme sampai adanya putusan pengadilan.

ads bukopin

Istri Fariantono tidak bisa menahan tangisnya saat suaminya berpamitan untuk masuk mobil tahanan. Dengan diiringi suara tangisan istrinya, Fariantono langsung bergegas masuk mobil tahanan.

Fariantono mengaku heran dengan proses hukum yang dihadapinya. Sebab BAP-nya sudah dua kali ditolak Kejaksaan, namun tiba tiba dinyatakan P21 (sempurna) dan dirinya langsung ditahan.

“Akan saya lawan sampai kapanpun, karena apa yang saya lakukan ini demi hak hak petani yang juga warga saya,” tegasnya.

Untuk diketahui, Gara-gara menerbitkan surat keterangan palsu terkait hak kepemilikan tanah seluas tiga hektar, Feriantono ditetapkan tersangka oleh penyidik Dit Reskrimum Polda Jawa Timur. Selain Feriantono bersama Ayuni dan Sulyono. Penetapan status tersangka terhadap ketiga orang ini, berdasarkan laporan polisi bernomor: LPB/1241/2016/JTM/Direskrimum, yang dilayangkan Felix Soesanto pada 17 Oktober 2016 lalu. (Zen)

Comments are closed.