Cakrawala News
Portal Berita Online

Diduga Lakukan Penangkapan Dan Penahanan Tak Sesuai KUHAP, Kapolsek Kebonsari Di Praperadilankan

0 1,027

Madiun, Cakrawala.co – Kapolsek Kebonsari jajaran Polres Madiun di praperadilankan oleh Tisna Nur Khomara, warga Kebonsari – Kabupaten Madiun, tersangka dugaan penipuan dan penggelapan. Ini dikatakan kuasa hukum Tisna, yakni Joko Purnawan Dewantoro, di Pengadilan Negeri Kabupaten Madiun.

Sidang perdana yang digelar pada Senin, 1 Maret  2021 di Pengadilan Negeri Kabupaten Madiun dengan Hakim tunggal Ahmad Ihsan Amri SH tanpa dihadiri oleh pihak Termohon Pra yakni Polsek Kebonsari.

“Ada surat dari pihak Termohon untuk penundaan persidangan pada hari ini,” kata Ahmad.

Ahmad mengatakan, persidangan tetap dilanjutkan mengingat perkara Praperadilan di Pengadilan harus selesai dalam waktu satu minggu atau tujuh hari. Pihaknya bakal memanggil kembali pihak termohon dan sidang akan dibuka lagi pada Selasa, 2 Maret 2021 dengan agenda jawaban dari termohon praperadilan.

Permohonan praperadilan ini diduga karena adanya kesalahan prosedur, terkait penangkapan dan penetapan penahanan terhadap tersangka dugaan penipuan dan penggelapan. Serta prosedur penyitaan berkas berkas dan buku rekening bank milik tersangka Tisna Nur Khomara, yang dilakukan oleh Polsek Kebonsari.

Kuasa Hukum tersangka, Joko Purnawan Dewantoro mengatakan, perkara tersebut berawal dari permintaan bantuan kepada Tisna Nur Khomara untuk menguruskan Visa Wisata keluar negeri oleh Pelapor. Hal ini karena alasan Pandemi covid 19, maka negara yang dituju belum mengijinkan turis masuk. Sementara pelapor merasa sudah  membayar DP untuk 3 orang, senilai 50 juta rupiah, dengan perjanjian jika gagal berangkat uang tersebut akan dikembalikan dengan catatan dipotong 20 persen.

” Pada saat dilakukan penangkapan dan penahanan terhadap klien saya pada kamis,11 pebruari 2021 sekira pukul 19.30 di rumah kost nya, tidak dilengkapi dengan surat penangkapan. Istri klien saya tidak diberikan surat penangkapan, dan ada penyitaan berkas serta buku rekening bank,” ungkap Joko.

Menurut Joko, perkara ini adalah ranah perdata, dimana keduanya sudah pernah melakukan perjanjian terkait upaya penyelesaiannya. Namun disayangkan perkara tersebut akhirnya menjadi perkara pidana di Polsek Kebonsari Madiun.

“Kami juga mengajukan gugatan Perbuatan Melawan Hukum atau PMH terhadap pelapor, Kanit Reskrim dan Kapolsek Kebonsari dengan turut tergugat Kapolres Madiun, Kapolda Jatim dan Kabid Propam Polda Jatim,” terang Joko.*(Ayu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.