Cakrawala News
Portal Berita Online

Diduga Cemarkan Nama Baik,RS Mata Solo Melaporkan Balik Penjual Soto Di Solo

SOLO CAKRAWALA.CO,-Gugatanya dianggap mencemarkan nama baik pihak RS Mata Solo,terkait dugaan malpraktek hingga menyebabkan kedua mata penjual soto lamongan di Solo buta pascaoperasi, pihak RS Mata Solo melaporkan balik Kastur,penjual soto lamongan warga Malangjiwan Rt 05 Rw 02, Kecamatan Colomadu,Karanganyar,Jawa tengah.ke Polresta Solo.

 

Rikawati, kuasa hukum RS Mata Solo,didampingi Humas RS Mata Solo Azka Shovia,kepada wartawan Rabu (27/11/2019) mengatakan,terkait kasus sengketa hukum antara Kastur yang melaporkan dokter mata berinisial RH ke Mapolresta Solo.juga mengajukan gugatan perdata di Pengadilan Negeri (PN) Solo.mengungkapkan, bahwa pihak Rs Mata Solo telah resmi mengadukan Kastur penjual soto lamongan warga Malangjiwan Rt 05 Rw 02, Kecamatan Colomadu,Karanganyar,Jawa tengah.dengan Undang Undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Ektronik (ITE),selain itu,Kastur juga dilaporkan dalam kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan sebagai mana diatur dalam pasal 378 dan atau 372 kitab undang-undang hukum pidana (KUHP) karena memberikan pernyataan yang kurang benar terhadap RS Mata.

Menurut Rikawati pihak Kastur diduga telah menyebarkan berita hoax saat Kst mengatakan kalau pihaknya diundang pihak Rumah Sakit Mata dan diberi uang Rp 75 juta. “Padahal Kastur lah yang berinisiatif mengirim surat kepada pihak RS Mata justru kastur yang mengajukan surat bantuan kemanusiaan kepada RS Mata, mencantumkan permohonanya untuk dia, bantuan kornea mata dan sebagainya

bahkan RS Mata sudah membantu Kastur mencarikan RS yang bisa melakukan pencangkokan mata di RSCM pihak rumah sakit Pihak RS Mata Solo memberikan dana CSR sebesar Rp 75 juta ke Kastur untuk beaya pencangkokan kornea mata. Rinciannya untuk beaya pencangkokan satu kornea mata membutuhkan dana Rp 35 juta. Sehingga untuk dua kornea mata membutuhkan dana Rp 70 juta. Sedang biaya transportasi ke Jakarta untuk melakukan operasi pencangkokkan sekitar Rp 5 juta.

Rika menambahkan, sah sah saja jika RS Mata memberikan bantuan sosial.karena bantuan sosial digunaan RS Mata untuk pengobatan gratis katarak ,pembagian acamata gratis juga kegiatan sosial lain.tambahnya

 

Sementara itu,terkait Ikatan Dokter Indonesia (IDI )yang sudah memeriksa dokter RH, kuasa hukum RS Mata Solo.Rikawati mengatakan bahwa hasil pemeriksaan IDI menyatakan,bahwa kesalahan bukan pada tekhnik pelaksanana  atau Dr RH salah namun kebutaan Kastur dikarenakan komplikasi dari penyakit pak Kastur sendri .

pak Kastur sendiri justru seharusnya kontrol sertiap 7 hari sekali setiap obatnya habis namun dia tidak kontrol selama 75 hari setelah operasi kedua.karena tidak kontrol hingga mengalami penurunan ,ungkapnya..(AgB)

 

 

 

 

%d bloggers like this: