Cakrawala News
Portal Berita Online

Diduga Ada Permainan, Fasum di Tello Baru Punya Backingan

200

MAKASSAR, CAKRAWALA.CO – Polemik kepemilikan Fasilitas Umum (Fasum) yang ada di kelurahan Tello Baru kecamtan Panakukang Makassar ini, ditengarai diperjual belikan oleh aparat pemerintah kota Makassar saat itu.

Fasum yang berada pas bersampingan dengan kantor lurah Tello Baru ini telah berdiri rangka bangunan Rumah Toko (ruko) yang akan dikomersilkan oleh pihak ketiga, padahal fasum tersebut adalah milik pemerintah kota Makassar yang seharusnya diperuntukan untuk sebagai taman kota.

Mantan camat Panakukang Makassar Imran Samad yang saat ini menjabat sebagai Dirut PD Terminal Makassar Metro mengatakan, saat ia menjabat sebagai camat di panakukang, taman yang ada di samping kantor lurah tello baru masih berfungsi sebagai taman kota.

“waktu saya menjabat sebagai camat dulu memang banyak yang mengaku tanah disitu miliknya, ada juga yang komplain yang bernama Ba’be dan mengaku keluarga Alm. Syamsuddin Dg Mangawing yang katanya pemilik tanah Fasum tersebut,tetapi saya tidak gubris walaupun dia bawa keluarga saya.”ungkap Mantan Kadis Damkar Kota Makassar via Whatsapp.

fasum milik pemerintah kota Makassar yang berada dijalan perintis kemerdekaan Makassar yang dikuasai oleh pihak swasta

Tidak sampai disitu, bangunan rumah toko (Ruko) setengah jadi ini diduga kuat telah diperjual belikan oleh pejabat pemerintah yang menjabat setelah Imran Samad kepada pihak swasta, sehingga tanah Fasum tersebut akan dibanguni bangunan yang akan dikomersilkan.

Imran menambahkan bahwa anak dari Alm Syamsuddin Dg Mangawing yakni Rudi syamsuddin yang kini menjabat sebagai Dirut PT Sermani mengatakan tidak pernah mengakui bahwa tanah Fasum tersebut adalah milik orang tuanya.

“Rudi Syamsuddin saja waktu saya menjabat sebagai camat tanya kedia apakah betul tanah tersebut milik orang tuanya, tidak mengakui, kenapa orang lain yang mengakui dengan membawa nama Alm Syamsuddin Dg Mangawing.” Tambahnya.

Fasum yang berada di jalan perintis kemerdekaan ternyata transaksinya bisa mencapai milyaran rupiah sehingga banyak oknum-oknum yang berusaha mengambil aset pemerintah tersebut untuk dijadikan milik pribadinya. (Rezki Mas’ud)

Comments are closed.