Cakrawala News
Portal Berita Online

Dibutuhkan Inovasi dan Kreatif Pariwisata Bisa Geliatkan Lagi Wisatawan

0 33

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO – Pariwisata menjadi salah satu sektor yang terdampak akibat wabah Covid-19. Pemprov Jawa Timur maupun Kota/Kabupaten diminta lebih inovatif dan kreatif untuk kembali menghidupkan tempat wisata dengan aturan protokol kesehatan yang tepat.

Anggota DPRD Jawa Timur Achmad Amir Aslichin mengatakan, sektor wisata di beberapa daerah di Jawa Timur sangat terpukul dengan adanya wabah virus corona. Jumlah pengunjung merosot tajam. Bahkan ada kebijakan untuk menutup tempat pariwisata karena antisipasi penularan virus menular itu. “Nah di saat masa transisi new normal pengelola pariwisata harus berbenah,” kata anggota Komisi B DPRD Jawa Timur itu.

Pembukaan tempat wisata, ujar Mas Iin panggilan akrabnya, harus dengan protokol kesehatan. Yakni dengan menyediakan alat thermo gun saat masuk area wisata, tersedianya tempat cuci tangan dan hand sanitizer. Pengunjung juga diwajibkan memakai masker. Jika jumlah pengunjung sudah padat maka pengelola wajib menyetop pengunjung untuk masuk area wisata.

ads bukopin

Menurut alumnus Universitas Airlangga ini, inovasi untuk menarik wisatawan harus dilakukan tanpa harus meremehkan penyebaran Covid-19. Karena itu, disiplin yang ketat harus dilakukan oleh pengelola dan pengunjung wisata. “Kita tetap harus sama-sama menjaga diri,” jelasnya.

Dia mencontohkan, wisata di Sidoarjo juga harus dikelola dengan baik untuk mendatangkan wisatawan. Misalnya, Candi Pari, kampung budaya Wunut, Porong, wisata geopark lumpur, hingga Pulau Lusi di Dusun Tlocor, Kecamatan Jabon. Pulau Lusi bisa menjadi destinasi wisata bahari yang bisa jadi primadona. “Namun harus juga diimbangi dengan fasilitas tempat wisatawan yang memadai,” ujar mantan anggota DPRD Sidoarjo dua periode itu.

Di antaranya, akomodasi perahu harus siap. Mulai dari jumlah dan faktor keselamatannya juga harus sesuai standar. Masyarakat akan banyak tertarik ke Pulau Lusi jika faktor kenyaman dan keamanan menjadi prioritas. “Tapi tetap harus patuhi protokol kesehatan,” pesannya lagi.

Tidak hanya itu, imbuhnya, wisata kuliner di tempat itu juga harus dikembangkan. Hal itu untuk mengimbangi wisatawan yang ingin bersantai dengan keluarga sambil menikmati menu makanan. Terutama kuliner khas ikan laut dan tawar.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporpar) Sidoarjo Djoko Supriyadi mengatakan, saat ini pariwisata di Sidoarjo sudah mulai kembali beroperasi. Kecuali tempat hiburan karaoke dan kolam renang. Hal ini mengacu pada Perbup 44 Tahun 2020 tentang transisi menuju masyarakat yang sehat di tengah pandemi Covid-19. “Aturan protokol kesehatan di masa transisi new normal memang harus dilakukan,” ucapnya.

Dia menambahkan, dari segi wisata alam, pihaknya akan mengembangkan Pulau Lusi. Disporapar akan melibatkan banyak instansi dan investor, sehingga penyediaan fasilitas dan infrastruktur akan semakin baik. Dan juga dapat meningkatkan sektor perekonomian masyarakat sekitar. “Saat ini kami juga sedang berkordinasi dengan Disbudpar Jawa Timur. Karena pengembangan wisata alam ini melibatkan banyak instansi. Tentu juga investor untuk mendukung pengembangan ini,” jelasnya.

Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori menyampaikan pengembangan pariwisata di Sidoarjo harus berintegritas. Sebab penanganan pariwisata yang dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) harus dilengkapi sarana prasarana yang memadai. “Pengembangan wisata di Sidoarjo harus berintegritas, jangan hanya parsial. Misalkan Pulau Lusi bisa berintegritas dengan candi pari,” jelasnya. (Win)

Leave A Reply

Your email address will not be published.