Cakrawala News
Portal Berita Online
Banner Sky Kiri
Banner Sky Kanan

Dibalik Cerita Unjuk Rasa Tolak RUU KUHP di Makassar

MAKASSAR, CAKRAWALA.CO. – Ada yang menarik di balik aksi unjuk rasa yang menolak pengesahan RUU KUHP yang kontroversi di kalangan masyarakat dan mahasiswa di Indonesia.

Dibalik aksi unjuk rasa yang damai hingga chaos, ternyata menyimpan berbagai suka duka di masyarakat. Ada yang meraup keuntungan ada pula menjadi Mala petaka akibat aksi tersebut.

Aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD provinsi Sulawesi Selatan selama sepekan ternyata menjadi ladang rezeki bagi pedagang makanan ringan hingga makanan berat.

Iwan, anak kecil masih duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar ini ternyta meluangkan waktunya saat dirinya pulang sekolah untuk berjualan kue tradisional kepada para pengunjuk rasa dan aparat kepolisian yang melakukan pengaman.

Anak kecil yang masih polos tersebut mengatakan jika dirinya berjuala kue sehari-hari mengelilingi wilayah Maccini raya dan fly over. Dengan dibantu oleh rekannya, Iwan yang tahu ada Unjuk Rasa dirinya tanpa menunggu lama ia mengambil dagangan milik ibunya untuk dijual di kerumunan massa.

Kue panada atau biasa disebut pastel umumnya yang ia bawa adalah salah satu jajanan yang banyak di jual dan digemari masyarakat.ia menjajahkan kue miliknya dengan harga 2000 rupiah perbiji dan kadang juga menjual 2000/3 biji ini dalam sehari selama unjuk rasa ia bisa menjual dari 100-150 biji.

“Lima hari meka menjual ini kak.mau Ki beli panadaku kak, 2000 1 biji kalau beli 5000 kak dapat Ki tiga” ujarnya.

Saat dirinya ditanya soal unjuk rasa, dengan polosnya anak yang masih berumur sekitar 10 tahun itu mengatakan “Demo mahasiswa ini kak, demo bakar ban” ungkap Iwan sambil memegang dagangan miliknya.

Diketahui, Iwan adalah salah satu pedagang yang berjualan disekitar lokasi unjuk rasa di depan kantor DPRD provinsi Sulawesi Selatan.(Rez/Ril)

Facebook Comments
%d bloggers like this: