Cakrawala News
Portal Berita Online

Di Tengah KLB Corona,Tinggalan Jumenengan Keraton Yang Semula Ditunda Akhirnya Digelar

0 259
idul Fitri Cakrawala

SOLO CAKRAWALA.CO,-Ditengah Kejadian Luar Biasa KLB Virus Corona, Peringatan Tingalan Jumenengan atau kenaikan tahta Raja Keraton Kasunanan Surakarta SISKS Pakubuwono (PB) XIII ke-16 tetap dilaksanakan,jumat(20/03/20) meski demikian peringatan berlangsung tertutup dan hanya diikuti oleh abdi dalem dan sentana dalem.

 

Upacara peringatan kenaikan tahta raja Keraton Kasunanan Surakarta tersebut, hanya diikuti oleh abdi dalem dan sentana dalem (kerabat). Jumat (20/03/20), Awak media yang akan meliput kegiatan tersebut dihadang penjaga pintu berpakaian batik. Namun penjaga tersebut tidak membantah saat ditanya apakah Tingalan Jumenengan tetap diselenggarakan,” Iya. Namun yang datang cuma abdi dalem dan sentana saja,tamu-tamu undangan tidak ada,” katanya.

Terpisah,salah satu abdi dalem Keraton Surakarta, Mochammad  Muchtarom mengaku mengikuti tingalan Jumenengan sejak awal hingga akhir, acara itu dihadiri cukup banyak abdi dalem dari berbagai kota,“Abdi dalem dari luar kota kan juga banyak,” katanya. Menurut Ketua Takmir Masjid Agung Surakarta ituTingalan Jumenengan tetap diselenggarakan seperti biasa. Tak ada rangkaian acara yang dipersingkat apalagi dihilangkan. Termasuk inti acara yang berupa Tari Bedhaya Ketawang.Berbeda dengan pernyataan penjaga pintu, Muchtarom menyebut Tingalan Jumenengan juga dihadiri tamu undangan.“Tamu undangan tadi juga ada. Sinuhun juga lenggah (duduk) seperti biasa,” katanya.

Tetap digelarnya upacara peringatan kenaikan tahta raja Keraton Kasunanan Surakarta tersebut,Menuai pro dan kontra dikalangan sebagian warga masyarakat Surakarta, Sulistyo(40) salah satu warga yang juga memantau kegiatan Keraton Kasunana Surakarta mengaku sangat menyayangkan acara tersebut tetap digelar di tengah KLB Corona, pasalnya dengan tetap mengadakan event budaya tingalan jumenengan artinya mengabaikan instruksi walikota Surakarta.Dimana sebelumnya Wali Kota Surakarta pada 13 Maret 2019 menyampaikan untuk menunda dan menghentikan event, upacara, budaya yang berkaitan dengan  berkumpulnya banyak orang.

Dengan tetap diadakannya tingalan jumenengan ini membuktikan keegoisan panitia penyelenggara yang seolah tidak peduli akan instruksi Walikota dan Presiden,”ujarnya.

Sulistyo menambahkan, mestinya pihak panitia Tingalan Jumenengan Keraton  Surakarta saat ini dapat memberikan contoh yang baik kepada warga masyarakat dengan ikut menekan penyebaran Covid-19 sesuai dengan instruksi Walikota untuk menunda upacara, event, budaya di tengah status KLB Corona di kota Solo.”tambahnya,Sulistyo juga menganggap bahwa pihak penyelenggara tidak konsisten. Karena sebelumnya beredar informasi yang bersumber dari pihak penyelenggara sendiri tingalan jumenengan ditunda karena menghormati keputusan pemerintah. Namun faktanya penyelenggara tetap menyelenggarakan tingalan jumenengan secara diam-diam. Tambah Sulistyo lagi.

Lain dengan Sulistyo,pandangan berbeda diungkapkan Rusdi (31) penghobis,yang juga warga Solo Lainya.meski tetap digelar,upaya pencegahan juga dilakukan panitia, dengan membatasi jumlah peserta,keraton juga menerapkan cara pencegahan virus Corona seperti pengecekan suhu badan. Tamu yang hadir diminta mencuci tangan dengan hand sanitizer yang sudah disiapkan di pintu masuk,”ungkapnya.

Sebelumnya, Kuasa Hukum Sinuhun Pakubuwana XIII, KP Ferry Firman Nurwahyu melalui suratnya Rabu (18/03/02) lalu, mengatakan Keraton Kasuanan Surakarta menunda Tingalan Jumenengan Dalem ke-16 sebagai langkah antisipasi penyebaran Virus Covid-19…(AgB)

 

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: