Cakrawala News
Portal Berita Online

Di Desa Ini, Pemudik Dikarantina Menggunakan Tenda Camping

0 10
idul Fitri Cakrawala

PURBALINGGA. JATENG. CAKRAWALA.CO – Desa Serang, di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, memiliki cara tersendiri untuk mengisolasi para perantau, yang mudik ke kampung halaman pada masa pandemi ini. Selama 14 hari, para pemudik akan dikarantina di camping ground di area wisata Lembah Asri, desa setempat dengan menggunakan tenda-tenda, seperti berkemah.

Bukan tanpa maksud, karantina dilakukan di tempat yang letaknya sekitar satu kilo meter dari permukiman warga itu. Selain memanfaatkan lokasi wisata yang memang sedang tidak beroperasi, dengan ditempatkan seolah seperti sedang camping, diharapkan akan membuat pemudik, yang berstatus orang dalam pantauan (ODP) itu akan selalu gembira dan imun tumbuh akan tetap terjaga.

Kepala Desa Serang, Sugito mengatakan, saat ini di desanya terdapat 250 pemudik yang semuanya datang dari wilayah Ibu Kota Jakarta, dan sekitarnya. Desa telah menyiapkan empat titik tempat karantina, di masing-masing dusun. Satu di antaranya di camping ground lembah asri Serang, terletak di tengah hutan pinus lereng Gunung Slamet.

“Saat ini delapan tenda telah kami dirikan. Jika ada lagi yang akan diisolasi di sini, tenda yang kami miliki masih banyak,” ujar Sugito.

Meski menggunakan tenda, dan berada jauh dari permukiman, fasilitas seperti kamar mandi dan musala juga tersedia di lokasi tersebut. Selain itu, kebutuhan lain, seperti makan sahur dan buka puasa untuk mereka yang dikarantina juga telah disediakan oleh pihak desa.

“Para relawan dari gugus tugas penanggulangan Covid 19 tingkat desa selalu mendampingi warga yang diisolasi. Cek perkembangan kesehatan juga dilakukan secara rutin oleh petugas yang difasilitasi oleh pihak desa,” ucap Sugito.

Isolasi itu dilakukan, untuk mencegah persebaran atau perpindahan virus Covid 19, yang mungkin terbawa oleh para pemudik dari daerah kedatangannya, yang masuk dalam zona merah Korona.

Arifin Ramadhani, salah satu warga yang menempati tenda isolasi mengungkapkan, dirinya mematuhi prosedur yang ditetapkan oleh desanya. Sehingga pulang mudik dari wilayah Slipi, Jakarta Barat, ia memilih diisolasi di Lembah Asri menggunakan tenda dum.

“Disini rasanya sejuk. Bisa berinteraksi dengan yang lain, tapi memang harus tetap jaga jarak dan mengenakan masker. Fasilitas semuanya ada. Nyaman aja,” ungkap Arifin.

Ia menambahkan, diisolasi di tempat wisata seperti itu malah membuat seperti tidak diisolasi. Tetapi seperti sedang berlibur atau camping. “Saya sudah 10 hari, dan waktu seperti cepat berlalu di tempat ini. Tidak berasa, cepat sekali dan sebentar lagi selesai masa karantina saya,” ujar Arifin.

10 hari lalu, Arifin yang pulang ke kampung halamannya menggunakan jasa travel, disarankan untuk diisolasi terlebih dahulu. Ia juga merasa khawatir, kalau-kalau kepulangannya justru akan membawa virus dan dapat menyebar ke orang-orang yang ada di rumahnya.

“Saya lebih kasihan kalau orang tua saya sakit karena saya. Jadi saya memilih diisolasi dahulu sampai benar-benar pasti saya sehat dan tidak membawa virus. Baru, nanti saya pulang ke rumah dan berkumpul bersama keluarga,” katanya.

Pun begitu Arif Himawan, yang mudik dari Bogor, Jawa Barat. Ia juga memilih dikarantina terlebih dahulu di camping ground sebelum kembali ke rumahnya.

“Disini lebih asyik, saya sudah 10 hari juga disini. Nyaman-nyaman saja, udaranya segar, sejuk banget. Ini sih sangat menyehatkan,” ujar Arif.

Meskipun merasa nyaman di lokasi karantina, namun baik Arifin maupun Arif berharap untuk dapat segera berkumpul dan bercengkerama bersama keluarga mereka usai masa isolasi. (Bayu Noer/ Cakrawala.co)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: