Cakrawala News
Portal Berita Online

Di Cianjur Tahun Ini, Peserta Ujian Paket C Merosot

61

CIANJUR,CAKRAWALA.CO – SEJUMLAH pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) kesetaraan paket C di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memilih tak melaksanaan ujian lantaran terbentur fasilitas. Pasalnya, aturan pemerintah saat ini mengharuskan PKBM menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

“Sebetulnya sebelum ada instruksi melaksanakan UNBK, banyak PKBM yang akan melaksanakan ujian. Tapi begitu tahu harus melaksanakan UNBK, banyak yang memilih mundur,” kata Kepala Bidang PAUD, Nonformal, Formal, dan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur, Mochamad Rochman, didampingi Kasi Pendidikan Masyarakat, Muksin Said, kemarin.

Tahun ini UNBK dilaksanakan sebanyak 45 PKBM dari jumlah yang aktif sebanyak 68 PKBM. Jumlah pesertanya sebanyak 2.270 orang. Sedangkan PKBM di Lapas Klas II B Cianjur, pelaksanaannya dilakukan dengan ujian nasional kertas dan pensil (UNKP). UNBK di PKBM mulai dilaksanakan hari ini hingga Minggu (29/4).

ads bukopin

“Kalau di lapas ada pengecualian karena cukup berisiko kalau harus ke luar. Untuk PKBM lain ada yang menumpang pelaksanaan UNBK di sekolah yang sudah ditunjuk. Kami sudah koordinasi. Alhamdulillah sekolah yang ditunjuk siap memfasilitasi. Kalau dilaksanakan di PKBM kan tidak punya server dan sarana komputernya. Ada juga PKBM yang melaksanakan UNBK di tempat itu karena memiliki server sendiri,” jelasnya. Ia menuturkan kondisi tersebut jadi dilematis. Di satu sisi PKBM bisa mendongkrak angka partisipasi pendidikan masyarakat. Tapi di sisi lain saat ini terbentu aturan harus melaksanakan UNBK.

“Kami juga inginnya protes. Intinya kami minta agar PKBM atau PLS (pendidikan luar sekolah) bisa sama dengan persekolahan umum lainnya. Kalau PKBM memprihatinkan. Mau ada yang bersekolah dan tutor yang mengajar juga sudah alhamdulillah. Beda dengan sekolah umum yang sarananya komplit. Belum lagi mendapatkan BOS (bantuan operasional sekolah),” ujarnya.

Aktivis dan pemerhati pendidikan di Cianjur, Deni Santiko, mengatakan kondisi saat ini memang cukup dilematis menyikapi PKBM yang harus melaksanakan UNBK. Padahal, kata Deni, tak semua PKBM memiliki sarana dan prasarana penunjang melaksanakan UNBK.

“Memang, bagi PKBM yang tak memiliki komputer masih bisa menumpang di sekolah umum yang siap memfasilitasi. Tapi tetap saja kan tidak akan maksimal pelaksanaannya,” kata Deni.

Belum lagi ditambah dengan kemampuan siswa di PKBM menguasai komputer. Pasalnya, tak sedikit di antara siswa sudah ada yang berusia uzur sehingga untuk mengoperasikan komputer saja relatif cukup sulit.

“Efektifnya, pelaksanaan ujian di setiap PKBM itu dilakukan dengan kertas dan pensil (UNKP),” ujarnya.

Deni juga mengharapkan keberpihakan dari Pemkab Cianjur agar bisa mengalokasikan anggaran khusus bagi PKBM. Pasalnya, satu di antara upaya mendongrak rata-rata lama sekolah masyarakat Cianjur melalui PKBM. “Coba, mau ke sekolah mana lagi masyarakat yang sudah lanjut usia tapi semangat belajarnya masih tinggi, selain di PKBM? Ini kan bisa membantu mendongkrak indeks pendidikan di Kabupaten Cianjur. Sejatinya harus ada keberpihakan anggaran dari pemerintah daerah terhadap PKBM atau pendidikan luar sekolah,” pungkas Deni.***(TimCJR)

Comments are closed.