Cakrawala News
Portal Berita Online

Dewas TVRI Nonaktifkan Tiga Direksi, Ini Alasannya

0 36
idul Fitri Cakrawala

Jakarta, Cakrawala.co,- Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) menonaktifkan tiga orang anggota Dewan Direksi TVRI pada Jumat, 27 Maret 2020. Dewan direksi yang dinonaktifkan adalah  Direktur  Program dan Berita Apni Jaya Putra, Direktur Keuangan Isnan Rahmanto dan Direktur Umum Tumpak Pasaribu.

Direktur Program dan Berita Apni Jaya Putra mengaku telah membaca rencana penonaktifkan itu. Namun ia menyesalkannya karena saat ini ia sedang menjadi penanggungjawab peliputan Virus Corona alias COVID-19.

Sementara itu Ketua Dewan Pengawas TVRI Arief Hidayat Thamrin dalam rilisnya menyebut sejumlah alasan penonaktifan tiga direksi itu.

Menurut Dewas, ketiga direktur dianggap telah melakukan pelanggaran perundang-undangan bersama dengan Helmy Yahya. Mereka dianggap tidak mampu menjalankan tugasnya antara lain buruknya manajemen dan membuat suasana internal tidak kondusif.

Dikatakan bahwa saat ini ada indikasi kerugian yang dialami TVRI antara lain hutang kepada Mola TV (Liga Inggris) sebesar Rp27,2 milyar rupiah untuk setengah musim kompetisi di tahun 2019. Pada akhir tahun 2019, TVRI juga mempunyai tunggakan pembayaran Rp42 milyar, yang melonjak drastis dari tahun sebelumnya yang hanya Rp7,9 milyar.

Hutang kepada Mola TV yang jatuh tempo pada November 2029 yang dijanjikan akan dibayarkan melalui PNPB sampai maret belum dapat dipenuhi  pembayarnnya.

Perihal lain yang menjadi pertimbangan adalah upaya Dewas mendorong Direksi untuk segera memperhatikan dan membayarkan tunjangan kinerja untuk seluruh karyawan yang terus dihambat oleh Direksi. Pencairan tunjangan kinerja ini sangat krusial, dibutuhkan lebih dari 4000 karyawan yang membutuhkan tunjangan di saat mereka akan memasuki bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri, apalagi mereka saat ini cukup terdampak dari situasi pandemi covid-19.

Dewas melihat adanya hubungan yang tidak harmonis di internal TVRI pasca diberhentikannya Dirut Helmy Yahya.  Hal ini antara lain disebabkan adanya usaha provokasi oleh unsur Direksi yang mendeskreditkan Dewas melalui media sosial dengan melibatkan unsur karyawan.

“Diharapkan kondisi ini akan terselesaikan dengan adanya penonaktifan Direksi yang ada dan menyiapkan Pelaksana Harian para senior dari TVRI akan lebih memahami aspirasi kondisi para karyawan yang mengharapkan cairnya tunjangan tersebut,” kata  Arief Thamrin dalam rilisnya. (fur).

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: