Cakrawala News
Portal Berita Online

Dewan Kesenian dan PAMMI Garut Gelar Silaturahmi Sikapi Berbagai Persoalan

GARUT JABAR CAKRAWALA.CO ,- Ratusan Seniman musik dan penggiat seni panggun di Kabupaten Garut, Jawa Barat menggelar silaturahmi antar komunitas seni dan musisi membahas berbagai persoalan yang tengah dihagari mereka menyusul viralnya video tidak senonoh yang menyeret komunitas musisi dan artis danggut dalam sejumlah pemberitaan belakangan ini.

Anting Irawan Ketua Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) Kabupaten Garut mengatakan pihaknya merasa perlu mengumpulkan rekan-rekannya dari berbagai komunitas seni yang selama ini berada dalam ruang lingkup PAMMI dan Dewan Kesenia Kabupaten Garut.

“Saat ini memang ada moment dimana kami para seniman merasa terusik dengan kasus yang belakangan viral dan  dalam pemberitaan menyeret-nyeret para artis dan musisi dangdut. Kami tidak bisa disamaratakan dengan mereka yang tidak jelas itu,”kata Anting disela-sela kegiatan silaturahmi yang menghadirkan Kadisbudpar dan perwakilan Kepolisian setempat, Jumat (23/8/2019).

Menurutnya saat ini semua pelaku seni di Kabupaten Garut harus bersama-sama bergandeng tangan untuk mengembalikan citra positip para pelaku seni terurama seniman dan artis dangdut Kabupaten Garut.

“kami berbeda dengan prilaku tidak senonoh sebagaimana viral dimasyarakat, karena dia bukan bagian dari komunitas kami,”ujarnya.

Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Garut Ajang Cahyana menyatakan pihaknya sebagai lembaga yang menjadi wadah seluruh seniman, pelaku dan penggiat seni di Kabupaten Garut meras memberikan arahan serta mengajak untuk bersama-sama introfeksi kedalam komunitas masing-masing agar tetap bisa berkarya dengan baik dan maslahat.

“terimakasih atas semua pihak yang telah mensuport sehingga kegiatan silaturahmi ini dapat terselenggara dengan lancar dan dapat mengasilkan point positif sebgai pegangan bersama,”katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut Budi Gangan menekankan pihaknya mnegajak agar seluruh pelaku seni kabupaten Garut khusunya para seniman musik dangdut agar menyepakati etika dan estetika yang selaras dengan norma-norma yang kita anut bersama.

“Kita butuh merumuskan semacam kode etik yang harus depengang teguh oleh seluruh pelaku seni saat menggelar pentas panggung, agar senantias menjaga harkat dan derajat kita sebagai seniman,”ungkapnya.

Budi juga meminta agar para penyanyi dangdut mampu tampil dengan mengedepankan suara yang bagus bukan dengan penampilan seronok dan mengundang syahwat dan maksiat.

“kalo penampilannya bagus karena suaranya tentu saja lebih baik karena justru penampilan yang seronok itulah yang membuat citra seniman dan pelaku seni panggung menjadi tercoreng,”tukasnya.

Akhir dari kegiatan tersebut para perwakilan seniman dari berbagai komunitas membacakan ikrar bersama untuk saling menjaga harkat dan derajat mereka dengan senantiasa berpegang teguh pada norma-norma yang berlaku ditengah-tengah masyarakat kita.***jmb

%d bloggers like this: