Cakrawala News
Portal Berita Online

Developer Walington Park Sidoarjo, Diduga Melanggar Sempadan Sungai

0 49

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO – Seringnya terjadi banjir di Desa Tambaksumur, Kecamatan Waru Sidoarjo, membuat warga geram. Diketahui banjir terjadi lantaran saluran pembuangan atau selokan menyempit akibat pembangunan perumahan Walington Park (WP) diduga telah mengubah saluran pembuangan air menjadi kecil.

Keluhan dan protes warga desa Tambaksumur, langsung ditanggapi Sekertaris Komisi A, DPRD Sidoarjo, Warih Andono. Dengan melakukan sidak ke lokasi perumahan tersebut bersama Kepala Desa (Kades) Mas’ud, Ketua Rukun Warga (RW), Ketua Rukun Tetangga (RT) dan para warga.

“Mendapatkan laporan dari warga desa Tambak Sumur yang mana di wilayah desa dan lingkungan tempat tinggalnya saat ini sering alami banjir karena luapan sungai dikarenakan dugaan adanya pelanggaran alih fungsi lahan sungai di salah satu perumahan,” Ujar Warih Andono Kamis 20 Januari 2022, kepada cakrawala.co.

Anggota DPRD Sidoarjo, Warih Andono melihat langsung sempadan sungai yang mengecil di dalam Perum Walington Park.

 

Bersama warga, Warih Andono melihat sendiri telah terjadi penyempitan saluran pembuangan air yang melalui perumahan WP. Setelah dibandingkan dengan saluran air di sisi barat dan timur perumahan WP.

“Dengan adanya penyempitan aliran sungai ini, pihak dewan meminta kepada pengembang agar bisa menunjukkan ijin alih fungsi sungai dan pemanfaatan sungai. Seperti diketahui di aliran sungai ini rencananya akan dibangun taman fasilitas umum bagi warga perumahan,” Tegas wakil rakyat Dapil Waru dan Gedangan.

Saluran sungai di sisi timur perumahan, kondisinya lebih besar ukuran 1 meter. Jika dibandingankan saluran air yang ada di dalam Perum WP.

 

Sementara itu Kades Mas’ud mengaku kecewa dengan pihak pengembang perumahan WP karena saat ijin datang ke Balai Desa waktu dulu sebelum pembangunan berbeda dengan kenyataanya sekarang ini.

“Aditya pemilik perumahan dulu pernah kita tegur, dan saya kecewa, karena dampak pembangunan perumahan WP mengakibatkan adanya keluhan warga saya,” Ungkap Pak Kades dengan nada serius.

Diduga akibat melanggar sepadan sungai, yang berdampak banjir membuat warga geram. Pasalnya saluran air di sisi barat dan timur perumahan WP dibangun dengan ukuran normal 1 meter. Sementara ketika saluran air melalui perumahan WP, terjadi penyempitan sehingga saluran air tidak lancar saat terjadi hujan seringkali banjir

Ketua RW 03, Mas’ud keluhan warga jelas akibat adanya saluran yang mengecil saat melalui perumahan WP.

“Sudah 4 tahun ini wilayah Tambaksumur khususnya wilayah barat dan timur perumahan WP seringkali mengalami banjir. Pihak pengembang lalai dalam hal melaksanakan pembangunan karena sebelum membangun rumah, harusnya lebih dulu membangun saluran air. Seperti Keputusan PUPR 2017 pembangunan fisik berikutnya, pembangunan saluran air drainase di dahulukan,” Ungkap Pak RW.

Tuntutan warga bentuk dan ukuran sungai harus sesuai site plan, jangan di kurangi ukurannya yang mengakibatkan aliran air tersumbat. (Wiwid/Win)

Leave A Reply

Your email address will not be published.