Cakrawala News
Portal Berita Online

Destinasi Wisata Baru Jembatan Gantung Nawacita Di Tegaldowo Bantul

BANTUL, JOGJAKARTA,CAKRAWALA.CO- Seiring selesainya pembangunan jembatan gantung Nawacita di dusun Tegaldowo, di Desa/Kecamatan Bantul, Yogyakarta , kini lokasi tersebut banyak dikunjungi warga dan menjadi salah satu tujuan wisata. Oleh karena itu Tokoh masyarakat setempat berbenah dan mempercantik sekitar lokasi jembatan gantung sehingga semakin asri. Bahkan telah dibentuk  kelompok sadar wisata ( Pokdarwis ) yang mengelola dan membenahi lokasi wisata Tegaldowo.

Jembatan gantung tersebut berada diperbatasan antar desa. Menghubungkan warga Kampung Tegaldowo dengan Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan. Konstruksinya, didesain menggantung di atas sungai Bedog. 

“Setiap hari  ratusan pengunjung datangbke lokasi ini. Bahkan jika musim liburan sekolah, bisa sampai seribuan pengunjung,” ujar Ketua Pokdarwis Tegal Dowo Manunggal, Sugiran, Selasa (18/2/2020).

Sekarang ini wisata disana tidak  hanya berupa jembatan gantung. Namun oleh  warga telah dipercantik dengan membangun taman Puspa Gading, dilengkapi sejumlah wahana rekreasi, seperti kolam renang anak-anak, terapi ikan hingga gazebo. 

Selain itu, ditempat tersebut sekarang sudah dibangun warung-warung yang menjual aneka makanan. 

Saat ini.masih proses pembangunan. Namun suasana.lokasinjembatan gantung tegaldowo sudah terlihat asri dengan sejumlah tanaman bunga dan.kolam.untuk anak.- anak. Daya tarik wisata di kampung Tegaldowo, anak-anak bisa bermain sepuasnya. Baik dikolam renang maupun di area taman. Dimana disejumlah area terdapat bunga dan tempat foto  seperti patung kancil maupun komodo. 

“Menurut rencana kita juga akan bangun patung beruang. Supaya lebih variatif. Karena taman kan identik dengan hewan-hewan,”terangnya..  

Lebih lanjut  Sugiran mengatakan pengembangan destinasi wisata di Tegaldowo yang sekarang ini baru sebatas 20 persen. Artinya masih jauh dari sempurna.

Kedepan, pihaknya mengaku ingin mengembangkan kampung Tegaldowo menjadi wahana edukasi anak. Berupa bumi perkemahan, tempat outbound, perpustakaan hingga edukasi pertanian, baik pertanian tradisional dan modern. 

“Nantinya anak-anak akan kita ajarkan bagaimana menanam padi. Jadi selain destinasi, ada unsur edukasinya,” jelas dia. 

Sugiran.menambahkan konsep tersebut sampai saat ini belum terealisasi, karena masih terkendala pendanaan. Pihaknya bersama masyarakat mengaku selama ini membangun taman dan wahana destinasi bermain anak-anak, secara swadaya. 

Bahkan, bunga yang saat ini tumbuh di taman, kata dia, berawal dari bunga yang tumbuh di pekarangan warga, kemudian dicabut dan ditanam dilokasi. 

“Semua ini benar-benar swadaya. Semuanya dari masyarakat. Arahnya kami ingin terus berkembang, sehingga kampung ini jadi desa wisata dengan motto, Ramah Berbudaya dan Ngangeni,” katanya.

Sementara itu, Lurah Desa Bantul, Supriyadi menyatakan mendukung seandainya Kampung Tegaldowo ingin dikembangkan menjadi desa wisata. Ia sendiri mengapresiasi langkah warga Tegaldowo yang dengan semangat gotong royong cepat menangkap peluang, adanya jembatan gantung, menjadi destinasi wisata. 

Lebih lanjut Supriyadi mengatakan pemerintah desa Bantul memang belum berkontribusi banyak mengenai arah pengembangan wisata di Kampung Tegaldowo. Semuanya berangkat dari kesadaran warga setempat. 

“Pemerintah Desa hanya bisa membantu mekengkapi berupa pembangunan pendopo dilengkapi fasilitas toilet,” ujar Supriyadi.

Supriyadi menjelaskan, destinasi wisata di Tegaldowo mulai resmi dibuka pada delapan bulan lalu. Tepatnya tanggal 5 Juni 2019.

” Setiap sore dan akhir pekan, banyak anak-anak datang kesini untuk berwisata. Termasuk para pecinta sepeda. Mereka biasanya gowes dari Guwosari Pajangan mengambil rute melintasi jembatan gantung, menuju kampung Tegaldowo,” pungkasnya. ( Okta/ Santosa ). 

%d bloggers like this: