Cakrawala News
Portal Berita Online
ads bukopin

Delapan Belas Pengedar Narkotika,Dua Diantaranya Jaringan Lapas Dibekuk

0 23

SOLO CAKRAWALA.CO,-Sebanyak delapan belas tersangka pengedar dan pengguna narkoba, dimana dua diantaranya jaringan lapas di Soloraya,Berhasil dibekuk jajaran aparat satnarkoba Polresta Solo,Jawa Tengah.dari tangan para pelaku polisi menyita sabu-sabu seberat 19,65 gram.

 

Dengan tangan diikat,delapan belas pelaku penyalahguna narkoba,yang berhasil di bekuk jajaran Satreskrim Narkoba Polresta Solo Jawa Tengah.digelandang ke Mapolresta Solo,senin(26/8/19)Delapan belas pelaku tersebut, di tangkap dalam kurun waktu satu bulan terakhir ini.dari tangan para tersangka polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya,paket shabu seberat 19,65 gram, alat hisap shabu,uang tunai dan handphone.

Salah satu di antara 18 orang tersangka tersebut adalah seorang wanita yang tidak hanya menjadi pengguna tapi juga pengedar narkoba di kawasan sukoharjo dan Solo.wanita bernama Pricilia Arista berusia 29,warga Sukoharjo tersebut mengaku telah menggunakan dan mengedarkan sabu-sabu sejak dulan bulan lalu,dirinya  mengaku frustrasi karena ditinggal pergi suaminya sehingga untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari ia nekat mengedarkan narkotika.kepada Polisi Pricilia juga mengaku memperoleh keuntungan sekitar Rp300.000 dari setiap paket sabu sabu yang ia jual.

KapolrestaSsolo,AKBP Andy Rifai,menjelaskan 18 tersangka yang ditangkap tujuh di antaranya merupakan target polisi sejak beberapa waktu lalu,ada empat orang residivis yakni Sriyono,Agus Suryanto, Nanung Ady dan Imam Widhi yang merupakan warga kota solo dan seluruhnya merupakan pengedar.sementara ada dua orang tersangka yang terindikasi jaringan yang dikendalikan di dalam lembaga pemasyarakatan (LP) luar kota Solo.Namun saat ini Kepolisian belum dapat menyampaikan identitas dua tersangka tersebut karena masih dalam pentelidikan.

terkait jaringan dalam lapas,para tersangka memperoleh narkotika dari seorang warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang mengarahkan alurnya.WBP berperan sebagai penghubung transaksi, namun setelah transaski tersebut tuntas bukti seperti nomor handphone dibuang, hal ini membuat polisi cukup kesulitan mengungkap jaringan dalam lapas tersebut.

 

 

Pihak Kepolisian sendiri saat ini juga sudah berkoordinasi dengan dua LP yang bersangkutan untuk memutus jaringan narkotika.Atas perbuatanya,para tersangka dijerat pasal 114 ayat (1) undang-undang (uu) no. 35/2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun penjara hingga 20 tahun penjara.(AgB)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: