Cakrawala News
Portal Berita Online

Darurat Covid DPRD DIY Minta Penambahan Ruang Jangan Terkendala Dana Dan Birokrasi

0 112

JOGJAKARTA,CAKRAWALA.CO- Jumlah warga yang terpapar Covid 19 di DIY terus naik dan kondisi ini sangat mengkhawatirkan. Oleh karena itulah Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana meminta penambahan kamar perawatan Covid 19 di rumah sakit jangan sampai terkendala dana dan birokrasi anggaran.

” Saat ini kondisi Covid19 DIY sudah sangat mengkhawatirkan dan memprihatinkan. Setelah sepekan PTKM masih menunjukkan kenaikan kasus aktif yang signifikan, bahkan hari Kamis (21/1/2021) rekor kasus baru lagi dengan 456 kasus. Ruang perawatan Covid di berbagai rumah sakit sudah penuh Bahkan IGD rumah sakit ada yang buka tutup karena tidak mampu menampung pasien,” ungkap Huda Tri Yudiana Wakil Ketua DPRD DIY yang juga anggota fraksi PKS dalam keterangan persnya Jumat (22/1/2021).

Terlebih lagi, imbuh Huda, sangat banyak pasien bergejala yang seharusnya mendapatkan perawatan tetapi tidak tertampung di rumah sakit sehingga terpaksa dirawat di rumah atau bahkan tidak terawat. Kondisi seperti harus mendapatkan perhatian.

“Dalam kondisi ini penambahan ruang perawatan sangat mendesak, demi menyelamatkan jiwa warga. Apalagi kasus kematian akhir akhir ini sangat tinggi. Pelaksanaan PTKM juga terpaksa dilanjutkan oleh pemerintah pusat, sebagai pilihan sulit di tengah tekanan ekonomi dan daruratnya pelayanan kesehatan,” ujarnya.

lebih lanjut Huda Tri Yudiana mengatakan, sudah dua pekan ini kondisi RS overload dan Gubernur minta ditambah ruang perawatan, tetapi penambahan sampai saat ini belum signifikan dan belum sesuai kebutuhan.

“Kami minta harus dicari terobosan untuk bisa menambah ruang perawatan untuk meningkatkan kapasitas RS. Jangan hanya karena anggaran dan birokrasi anggaran masalah yang sangat darurat ini lambat diatasi,” pinta Huda.

Huda mengatakan jikalau pemda sulit rekrutmen SDM mestinya bisa minta Rumah Sakit rekrutmen sendiri dengan biaya dari pemda. RS yang selama ini sudah kerjasama semestinya dibantu dengan penuh, jangan dibiarkan saja.

” Menurut saya Rumah sakit – rumah sakit di jogja ini perlu diajak duduk bersama bagaimana cara meningkatkan kapasitas perawatan mereka secara signifikan, tentunya dengan support dari pemerintah daerah. Bukan sekedar menugaskan tanpa support yang diperlukan. Mekanisme ini mesti dicari terobosan agar masalah teratasi dan aturan tetap dilakukan. Apalagi penggunaan biaya tidak terduga (BTT) semestinya lebih sederhana dan tidak birokratis,” terang Huda Tri Yudiana.

Huda menilai hambatan penyelesaian masalah ini karena birokrasi dan sistem anggaran yang diterapkan membuat pemda tidak bisa support sesuai harapan. RS dalam kondisi sangat sulit saat ini, wajar saja kalau tanpa suport yang diperlukan mereka hanya alokasi dibawah 20 persen kapasitasnya , padahal ruangan masih banyak.

“Kalau pemda ragu semestinya bisa duduk bersama dengan BPK, kejaksaan, kepolisian untuk cari mekanisme yang memungkinkan dan luwes untuk mengatasi masalah ini. Kami berdiskusi dengan beberapa Rumah sakit utama di DIY support yang diperlukan dalam bentuk anggaran sebenarnya tidak terlalu besar untuk bisa menambah 200-300 bed ruang perawatan baru atau melipat dua kan yang ada saat ini. BTT masih cukup semestinya. Jika kurang silakan relokasi anggaran lagi sesuai UU yang baru,” Kata Huda.

Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana meminta kecepatan gerak dari pemda DIY untuk bisa berkomunikasi dan mencari solusi atas masalah kurangnya ruang perawatan ini.

” Mhal ini enurut saya lebih ke masalah birokrasi anggaran internal pemda dan komunikasi dengan Rumah sakit mitra. Jangan sampai berlarut masalah ini yang akan membuat penderitaan warga semakin besar,” pungkas Huda. ( Okta/ Santosa )

Leave A Reply

Your email address will not be published.