Cakrawala News
Portal Berita Online

Dampingi Lies Nurdin Pada Acara Aksara Lontaraq, Rossi : Budaya Aset Terbesar Daerah

0 4

MAKASSAR, CAKRAWALA.CO — Ketua TP PKK Sulawesi Selatan, Lies Nurdin yang didampingi oleh Ketua TP PKK Kota Makassar, Rossy Timur hadir dalam festival Aksara lontaraq, kamis sore (27/8/20).

Kehadirannya dalam rangka membuka secara resmi rangkaian acaranya yakni lomba fashion show yang menampilkan berbagai macam busana yang bertemakan lontara.

Kegiatan yang telah dihelat dari Juni 2020 lalu ini sangat disambut antusias oleh semua kalangan.
Terbukti Acara ini juga dihadiri sejumlah tokoh budayawan, akademisi serta masyarakat peduli lontaraq lainnya.

ads bukopin

Menurut Lies, festival ini adalah sebuah gerakan kebudayaan yang harus dilestarikan adanya.

“Ini sebuah gerakan budaya yang mesti didukung semua pihak. Sebuah momen yang luar biasa. Karena ini sudah menjadi identitas kita. Sulawesi Selatan yah aksara lontaraq. Apalagi sekarang sudah trend fashion yang memiliki motif lontara. Sangat elegan sekali saat memakainya,” ucapnya.

Hal senada juga dilontarkan, Ketua TP PKK Makassar, Rossy Timur. Katanya, Aksen Lontara merupakan budaya dan aset terbesar Sulsel khususnya Kota makassar.

“Aksara lontaraq, merupakan aset terbesar yang dimiliki sulsel, bisa menjadikan identitas budaya sulsel di masa-masa yang akan datang,” sebutnya.

Menurut, Rossy festival ini merupakan gagasan untuk menjaga anak-anak dan budaya.

“Ini warisan untuk anak cucu kita. Kegiatan ini salah satu sejarah untuk dingat nantinya. Kita juga berharap, festival ini bisa menjadi event tahunan ke depannya. Agar budaya aksen lontara tidak hilang dan semakin dikenal di seluruh dunia,” jelas Rossy.

Meskipun penerapan aksen lontara terbatas dalam kehidupan sehari-hari. Rossy berharap agar tetap diajarkan kepada anak cucu.

“Sekarang kan aksara lontara ini sudah bisa dikenalkan pelan-pelan. Saat ini fashion. Banyak perancang busana di makassar juga sudah memproduksi pakaian yang bermotif dasar lontara. Dari situ mungkin penerus kita bisa mengenal dan melestarikannya. Ini tantangan bersama di era globalisasii,” pungkas Rossy.

Kegiatan ini diawali dengan persembahan lagu-lagu daerah yang akan berlangsung hingga 29 Agustus 2020 mendatang.

HUMAS KOTA MAKASSAR, — Ketua TP PKK Sulawesi Selatan, Lies Nurdin yang didampingi oleh Ketua TP PKK Kota Makassar, Rossy Timur hadir dalam festival Aksara lontaraq, kamis sore (27/8/20).

Kehadirannya dalam rangka membuka secara resmi rangkaian acaranya yakni lomba fashion show yang menampilkan berbagai macam busana yang bertemakan lontara.

Kegiatan yang telah dihelat dari Juni 2020 lalu ini sangat disambut antusias oleh semua kalangan.
Terbukti Acara ini juga dihadiri sejumlah tokoh budayawan, akademisi serta masyarakat peduli lontaraq lainnya.

Menurut Lies, festival ini adalah sebuah gerakan kebudayaan yang harus dilestarikan adanya.

“Ini sebuah gerakan budaya yang mesti didukung semua pihak. Sebuah momen yang luar biasa. Karena ini sudah menjadi identitas kita. Sulawesi Selatan yah aksara lontaraq. Apalagi sekarang sudah trend fashion yang memiliki motif lontara. Sangat elegan sekali saat memakainya,” ucapnya.

Hal senada juga dilontarkan, Ketua TP PKK Makassar, Rossy Timur. Katanya, Aksen Lontara merupakan budaya dan aset terbesar Sulsel khususnya Kota makassar.

“Aksara lontaraq, merupakan aset terbesar yang dimiliki sulsel, bisa menjadikan identitas budaya sulsel di masa-masa yang akan datang,” sebutnya.

Menurut, Rossy festival ini merupakan gagasan untuk menjaga anak-anak dan budaya.

“Ini warisan untuk anak cucu kita. Kegiatan ini salah satu sejarah untuk dingat nantinya. Kita juga berharap, festival ini bisa menjadi event tahunan ke depannya. Agar budaya aksen lontara tidak hilang dan semakin dikenal di seluruh dunia,” jelas Rossy.

Meskipun penerapan aksen lontara terbatas dalam kehidupan sehari-hari. Rossy berharap agar tetap diajarkan kepada anak cucu.

“Sekarang kan aksara lontara ini sudah bisa dikenalkan pelan-pelan. Saat ini fashion. Banyak perancang busana di makassar juga sudah memproduksi pakaian yang bermotif dasar lontara. Dari situ mungkin penerus kita bisa mengenal dan melestarikannya. Ini tantangan bersama di era globalisasii,” pungkas Rossy.

Kegiatan ini diawali dengan persembahan lagu-lagu daerah yang akan berlangsung hingga 29 Agustus 2020 mendatang.

Leave A Reply

Your email address will not be published.