Cakrawala News
Portal Berita Online

Damkar Bukittinggi Gelar Simulasi Pelatihan Penggunaan APAR di RSUD Bukittinggi

0 14

BUKITTINGGI, Cakrawala.co – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bukittinggi, menggelar Pelatihan Penanggulangan Kebakaran dan Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), di RSUD Kota Bukittinggi, Senin 19 September 2022.

Dalam pelatihan ini, Dinas Damkar Bukittinggi membawa beberapa narasumber untuk memberikan materi pelatihan. Damkar juga memberikan edukasi bagaimana caranya untuk menjinakkan api dengan menggunakan APAR.

Ketua Diklat RSUD Susi Yanti saat memberikan pelaporannya di acara pembukaan mengatakan, adapun dasar kita laksanakan kegiatan ini adalah karena RSUD merupakan instansi yang sangat kompleks yang memiliki ruangan – ruangan yang lengkap, kesemuanya itu memiliki potensi tinggi yang menyebabkan bahaya kebakaran.

Susi menambahkan, dengan adanya kewajiban RSUD untuk melaksanakan akreditasi pada tahun ini, kegiatan pelatihan penanggulangan kebakaran dan penggunaan APAR ini merupakan salah satu poin penilaian untuk menghadapi akreditasi nanti, ujarnya.

Adapun poin – poin yang akan di nilai dalam akreditasi ini diantaranya, standar operasional rumah sakit. Oleh sebab itu, kegiatan ini merupakan salah satu elemen yang harus kita lengkapi dalam 4 Kelompok Kerja (Pokja) berdasarkan penilaian akreditasi nantinya, ungkap Susi.

Sementara itu Plt. Direktur RSUD dr. Silvia Anggraini, MM menyebutkan, kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran para pemateri dari Damkar Bukittingi dalam memberikan edukasi Penanggulangan Kebakaran dan Penggunaan Apar di RSUD ini.

Perlu juga kami sampaikan kepada Damkar, RSUD ini memiliki 202 orang Pegawai Kontrak, dan 88 orang ASN. Adapun untuk kunjungan pasien selama 24 jam, dan 7 hari dalam seminggu rata – rata sebanyak 40 sampai 50 orang, diantaranya 15 sampai 27 orang rawat Inap dan ada beberapa orang yang rawat jalan, terang Silvia.

“Pada intinya, tujuan diadakan kegiatan pelatihan ini adalah untuk memberikan keselamatan kepada pasien, dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” ujar Silvia.

Kabid Pencegahan Bencana Kebakaran dari Damkar Bukittinggi Sekaligus sebagai Narasumber, Yopi Zulfikar mengatakan, kegiatan ini merupakan suatu hal yang positif dan sangat bermanfaat bagi RSUD dalam melayani Pasien dan masyarakat sekitarnya.

Profesi seorang pemadam kebakaran tidak akan jauh dari resiko yang sangat berbahaya. Melalui kegiatan pelatihan ini, kita pelajari cara mengendalikan kebakaran tanpa mengandung resiko, seperti yang dijelaskan tadi, api ini saat kecil menjadi kawan, namun kalau sudah besar menjadi lawan, ujar Yopi.

Yopi menambahkan, pada umumnya saat terjadi kebakaran dan api mulai membesar yang diingat adalah Petugas Damkar. Padahal sebenarnya itu bukanlah jaminan. Suatu keadaan bisa diatasi, seandainya kita paham tentang proses pengendalian situasi, bagaimana kebakaran terjadi, dan bagaimana penyebabnya api mulai membesar itu bisa kita atasi, itulah yang kita sebut tentang manajemen sistem pemadam kebakaran, tukasnya.

Apalagi kebakaran terjadi pada objek yang sangat vital dalam pelayanan masyarakat seperti RSUD ini, tentu kita harus bisa mengatasi minimal mengetahui cara penanggulangan sementara, imbuh Yopi. (**)

Leave A Reply

Your email address will not be published.