CV. Sinar Snack 99 Digugat Koptan Asa, Kuasa Hukum Menyebut Perjanjian Prematur

BANJAR JABAR CAKRAWALA.CO ,- Pengadilan Negeri Kota Banjar menggelar kembali sidang perdata lanjutan gugatan Koperasi Petani Agropolitan Sumber Alam (Koptan Asa) Kota Banjar terhadap PT Tonsco dan CV Sinar 99 Snack, pada hari Rabu, (13/08/2019).

Sidang yang diketuai oleh Usman SH.,MH, Jan Oktavianus, SH.,MH, Suryo Jatmiko, M.S.,SH serta didampingi panitera Acep Iman, SH.,MH, tersebut membacakan kesimpulan dari masing-masing pihak dan akan diputuskan pada tanggal 3 September 2019, nanti.

CV. Sinar Snack 99 yang dihadiri kuasa hukumnya, Karsudin, menyebutkan bingung dengan adanya gugatan tersebut.

“Ada perjanjian antara Koptan ASA dengan CV. Sinar Snack 99 terkait gula ravinasi, dalam perjanjian tersebut memang seharusnya berakhir 1 September 2019, tapi dari Koptan ASA sendiri sebelum perjanjian tersebut berakhir, sudah dilayangkan gugatan. Ini prematur ya, dalam perjanjian sendiri tidak disebutkan bilamana ada sengketa, pengadilan disini yang menanganinya,” ucapnya, usai sidang.

Karsudin menilai dalam hukum acara sendiri, kewenangan kompetisi relatif itu, tidak ada kesepakatan bersama untuk menyelesaikan urusannya itu di Pengadilan Negeri Banjar.”

“Harusnya itu kalau dalam hukum perdata, HIR itu sendiri kalau tidak di objek sengketa, karena ini perjanjian, harusnya di kami dalam penyelesaian hukumnya itu,” tuturnya.

Meski begitu, Karsudin akan menunggu hasil putusan yang akan diberikan oleh Pengadilan Negeri Banjar.

Terkait uang yang ada di CV. Sinar Snack 99, yang membelit Koptan ASA atas tuduhan penggelapan uang, Karsudin membantahnya.

“itu isu dari mana?, silahkan dibuktikan saja. Pastinya klien kami yaitu Sinar snack 99 menjalankan, ini kan gugatannya “one prestasi”, meski tidak memungkiri adanya perjanjian itu. Namun Sinar snack sendiri ada prestasinya yang dilakukannya dengan mengirim gula ravinasi, kemudian uang dan bahan lainnya,” imbuhnya.

Diakuinya, pengiriman gula ravinasi tersebut langsung dikirim dari CV.Sinar Snack 99 ke Koptan ASA, hingga dirinya bingung ada gugatan dari Koptan ASA.

“Kalau adanya pengembalian karena tidak sesuai spek, Klien kita tidak mengakui hal itu. Untuk perjanjian sendiri masih prematur, seharusnya berakhir pada 1 September 2019, namun digugat pada 1 April 2019 kemarin, yang belum selesai perjanjian, tapi sudah dilayangkan gugatan,” pungkasnya.***Hermanto

Facebook Comments
%d bloggers like this: