Cakrawala News
Portal Berita Online

Curhat Wanita Pelaku Bom Bundir di Facebook

21

JAKARTA, CAKRAWALA.CO,- Dari luar tampaknya kehidupan keluarga Puji Kuswati dan suaminya Dita Oepriarto (ada yang menyebut Suprianto), adalah keluarga harmonis setelah pulang dari Suriah. Bersama keempat anaknya keluarga ini rajin shalat berjamaah di masjid dekat rumahnya.

Tetangganya juga melihat sering ada pertemuan dengan sesama kenalannya. Di mata warga, tampak tak ada yang aneh, kecuali hari terakhir, usai shalat subuh mereka berpelukan dan menangis harus. Rupanya mau berangkat mati dengan cara gila, bom bunuh diri (Bundir) di tiga gereja.

Kesehariannya juga tampak tak ada persoalan ekonomi. Rumahnya di kawasan agak elit, di Jalan Wonorejo Asri XI no 22, Surabaya Timur. Dita bekerja sebagai distributor obat-obatan herbal dengan sebuha mobil avanza.

ads bukopin

Tapi di facebooknya pernah ada status yang layak dianalisis, begini bunyinya:

“Kesulitan di dunia tidak ada apa apanya dibandingkan kesulitan di negeri akherat. Yang memudahkan kita adalah kedekatan kita dengan ALLAH,” tulis Puji dalam statusnya yang diunggah pada 3 Maret 2013 tersebut.

Menurut @Rayapos (14/5/2018), tidak banyak data yang bisa terlacak dari perempuan ini.

Di laman Facebooknya terakhir terpantau memasang status pada 7 Oktober 2014. Puji kerap memasang foto bersama keempat anaknya. Ia juga kerap memajang foto-foto keindahan alam, seperti senja di sebuah pantai dan tempat wisata lainnya.

Menerjemahkan apa yang ditulis di facebook, boleh jadi saat itu sedang dalam kondisi sulit hidupnya. Namun ia percaya tak seberapa kesulitan dunia dibanding di akhirat sehingga jalan satu-satunya adalah mendekatkan diri kepada Allah. Cuma pertanyaannya adalah jalan seperti apa agar dekat dengan Allah? Apakah dengan melakukan bom bunuh diri lalu menjadi dekat dengan-Nya? Wallahu a’lam. (fur/14/5/2018).

Comments are closed.