Cakrawala News
Portal Berita Online

CSR Gudang Garam Ditanyakan Oleh Warga Desa Medaeng Sidoarjo

16

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO-Warga desa Medaeng, Kecamatan Waru Sidoarjo mengeluh. Pasalnya perusahaan rokok Gudang Garam, dianggap tidak peduli terhadap lingkungan dan warga setempat.

H. Suwito ketua RT 1, desa Medaeng mengaku perusahaan yang lokasinya tepat di depan rumahnya ini kurang peduli dalam menjalankan program tanggung jawab social/ Corporate Social Responsibility (CSR) khususnya di lingkungan tempat tinggalnya.

“saya menjabat jadi ketua RT sejak tahun 1997, warga saya tidak pernah merasakan manfaat dari CSR dari Gudang Garam,” pungkas Aba Suwito panggilan akrabnya, Kamis (21/2/2019).

ads bukopin

Masih menurut Aba Suwito, sangat disayangkan perusahaan rokok besar Gudang Garam, tidak peduli dengan warga setempat. “dulu pernah memberi bantuan pembangunan Pos Kamling dengan memberikan bahan dan materialnya, itu dulu sekitar tahun 1996. Setelah itu tidak pernah,” ujarnya

Ketika ada moment kegiatan di kampung seperti lomba 17 Agustus yang dirayakan setiap tahun oleh warga. Bantuan dari Gudang Garam masih kalah jika dibandingkan dengan pengusaha hotel yang ada di desa Medaeng.

“pernah dulu membantu 300 ribu, namun oleh warga disuruh mengembalikan karena tidak sebanding dengan besar dan luasnya perusahaan itu berdiri di desa kita. Dan masih kalah jika dibandingkan dengan pengusaha hotel yang membantu 500 ribu,” ujarnya

Wisnu Kusworo, Sekertaris Desa Medaeng, membenarkan jiak CSR Gudang Garam tidak merata dan terbilang kecil jika diterima ke warga. “ada kepedulian tapi memang terbatas, kalo diklasifikasikan dengan nama besar perusahaan belum seberapa. Sebenarnya setiap perusahaan ada kewajban CSR yang harus disalurkan ke lingkungan setempat yang diutamakan. Jika ada kita berharap bisa bermanfaat khususnya untuk warga tidak mampu seperti bantuan beasiswa, paket bantuan buku dan tas untuk anak-anak,” ucapnya.

Selama dirinya menjabat sebagai Sekdes di desa Medaeng, Wisnu menuturkan jika ada kegiatan acara desa, Gudang Garam membantu namun hanya berupa produk rokok, bukan materi. Mungkin jika dinilaikan tidak sampai 1 juta rupiah. Kita harapkan partisipasinya lebih karena kebutuhan acara desa seperti ruat desa, membutuhkan dana yang besar, lagian uang itu nantinya bukan untuk kebutuhan perangkat desa namun untuk kegiatan desa,” jelas Wisnu. (wira)

Comments are closed.