Cakrawala News
Portal Berita Online
ads bukopin

Corona di Maluku Utara Bertambah,Polda :Masyarakat Kepala Batu

0 77

TERNATE,CAKRAWALA.CO- Bertambahnya kasus positif SARS CoV-2 di Provinsi Maluku Utara per Rabu (1/7/2020) sebanyak 147 kasus, (Kumulatif 875) membuat daerah tersebut berada pada peringkat ke-4 nasional setelah Jawa Tengah,Jawa Timur dan DKI Jakarta

Meski mengkhawatirkan masyarakat disana tidak terlalu risau dengan situasi peningaktan kasus yang ada, warga Malut ,khususnya ternate masih terpantau berkerumun,sebagian dari mereka tak mengindahkan anjuran protokol kesehatan walau peta sebaran 1/2 (seperdua) wilayahnya merupakan zona merah.

Penanganan hingga sosialisasi intens terus di lakukan oleh Gugus Tugas Kota Ternate maupun Provinsi Maluku Utara namun upaya itu belum mampu membuka kesadaran masyarakat tentang protokol kesehatan.

Dir Intelkam Polda Malut Kombes Pol Hadi Wiyono mewakili Kapolda Maluku Utara dalam rapat evaluasi kinerja Gugus Tugas Provinsi Maluku Utara,Rabu (1/7/2020) mengaku meski komponen gugus tugas dalam kinerjanya sudah merasa jenuh dengan situasi itu namun pihaknya tidak mungkin berharap kepada siapa lagi penanganan virus itu dilakukan kalau bukan Gugus Tugas.

Ia menyatakan pihaknya tidak dapat mengambil langkah tegas penanganan COVID-19 terhadap masyarakat karena belum ada kejelasan status daerah dalam pemberlakukan PSBB.

” Daerah harus menyatakan status dalam pandemi ini seperti apa. Selain itu meski penaganan tidak dilakukan preventif dengan kekerasan terhadap pelanggar, namun kiranya dapat dilakukan dengan memberikan sanksi sosial terhadap mereka,” ucapnya.

Sanksi sosial yang ia maksudkan seperti bila ada pelanggar tak gunakan masker ,maka harus diumumkan ke masyarakat tempat tinggalnya maupun di masjid bahwa yang bersangkutan melanggar protokol dan harus diberikan ganjaran membersikan lingkungan tempat tinggalnya.

” Kasih sanksi sosial saja, kasih pengumuman di masjid atau kalau pedagang maka mereka tidak diberikan izin berjualan selama tiga hari,” tegasnya.

Ia menilai budaya masyarakat Maluku Utara merupakan budaya kepala batu, ironisnya lagi ada masyarakat yang bukan memberikan edukasi kesehatan kepada sesama tetapi malah memperkeruh suasana dan menceritakan hal yang tidak betul seakan ia mengalami hal tersebut.

Sementara Wakil Ketua I Gugus Tugas Maluku Utara, Brigjen TNI Imam Sampurno Setiawan menyatakan TNI di tingkat Korem,Kodim hingga Koramil sat Pol PP selalu melakukan patroli di lapangan untuk memberikan edukasi ringan kepada masyarakat tanpa melakukan tindakan visik.

” Kalau mereka tidak memakai masker kita berikan masker. Kalupun tidak juga saya sepakat dengan apa yang dikatakan pihak Polda tadi mereka diberikan sanksi sosial,” imbuhnya.***(IVN/ID)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: