Cakrawala News
Portal Berita Online
ads idul fitri cakrawala
Harita idul

CFW KOTAKU, Pulihkan Ekonomi Masyarakat Kota Blitar Terdampak Pandem

0 277

BLITAR CAKRAWALA.CO –Pemkot Blitar bersama Dinas Perumahan Rakyat (Dispera) dan Tim Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) membuka kegiatan Cash For Work (CFW) atau padat karya tunai 2021. Program ini untuk menanggulangi penurunan daya beli akibat pandemi Covid-19 yang berdampak pada masyarakat berpenghasilan rendah.

Dibuka secara resmi oleh Walikota Blitar Santoso bertempat di Gedung Graha Bhakti Kelurahan Kepanjenlor, Kecamatan Kepanjen Kidul, Senin (26/4/2021) pagi. Hadir dalam agenda ini Kepala Dispera Erna Santi, Ketua DPRD Syahrul Alim, anggota dewan Yudi Meira, KMB Wilayah Jawa Timur Winardi, Camat Kepanjen Kidul Parminto serta Lurah Kepanjenlor Kusuma Wibawa.

“Ini adalah kegiatan yang patut diapresiasi, program CFW atau padat karya tunai dari Pemprov bekerjasama dengan Dispera dan melibatkan seluruh masyarakat di wilayah kelurahan yang mendapatkan program tersebut,” terang Santoso.

Ia menambahkan, di tahun 2021 ini ada empat kelurahan yakni Kepanjenlor, Kepanjen Kidul, Kauman dan Bendogerit. Masyarakat di wilayah tersebut direkrut sebagai karyawan untuk melakukan perbaikan dan perawatan infrastruktur di daerahnya masing-masing.

“Infrastruktur yang sudah ditentukan Dinas PU Jatim dan Dispera dikerjakan, dilakukan perbaikan dan dirawat agar terjaga baik sehingga kelurahan betul-betul menjadi wilayah KOTAKU,” katanya.

Hal ini, lanjutnya, sebagaimana tujuan pemerintah pusat, agar disaat pandemi, masyarakat yang tidak memiliki penghasilan bisa dilibatkan pada proyek padat karya itu.

“Di beberapa kelurahan sudah kita lakukan beberapa bulan lalu. Tentunya secara bertahap dan dicermati berdasarkan tingkat kekumuhan masing-masing,” ucap Walikota.

“Bantuan yang diterima senilai 300 juta ditransfer ke BKM untuk dikelola dan menggaji karyawannya. Yang penting pertanggungjawabannya harus jelas. Berapa tiap hari mempekerjakan pekerjanya. Bagaimana progres report pekerjaannya sehingga hasilnya bisa dipertanggungjawabkan,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dispera Kota Blitar Erna Santi menjelaskan, program CFW Kementerian PUPR sebagai upaya mitigasi pandemi Covid-19 dengan memberikan penghasilan tambahan untuk kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. Ia berharap, bantuan ini memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Kota Blitar.

“Tujuan program ini memberikan bantuan tunai kepada masyarakat terdampak Covid-19. Yang mengalami putus kontrak kerja/PHK dan yang mengalami penurunan atau kehilangan pendapatan. CFW juga bertujuan memulihkan perekonomian pasca pandemi khususnya di perkotaan,” tuturnya.

Kegiatan CFW, kata dia, tidak membangun infrastruktur baru melainkan hanya bersifat pemeliharaan atau perbaikan kategori rusak ringan atau sedang. Intinya lebih menitikberatkan pada pekerjanya dan kegiatan pemeliharaan.

Sementara itu, selaku panitia sekaligus Ketua KSM Senopati Wiroyudhan Kepanjenlor, Iswanto Hadi Pramono mengatakan, sasaran program bisa fisik maupun non fisik, contohnya pembersihan sungai atau sanitasi. Perawatan infrastruktur yang rusak di gang-gang atau mengecat yang sudah terlihat kusam.

“Perbaikan trotoar misalnya, di wilayah ini diperbaiki, ya kita perbaiki tapi tidak membangun baru, istilahnya tambal sulam,” jelasnya.

“Mereka yang bekerja ditentukan oleh KSM yaitu elemen masyarakat Kelurahan Kepanjenlor yang diambil dari tiap-tiap RW. Sedangkan penggunaan anggarannya, kita berkoordinasi dengan Fasilitator kelurahan dan Fasilitator Pemkot,” ujarnya.

Di tempat yang sama pula, Kepala Kelurahan Kepanjenlor Kusuma Wibawa menyampaikan terimakasih atas program CSW KOTAKU di wilayahnya. Ia menilai hal itu sangat tepat mengingat perekonomian saat ini masih lesu karena pandemi. Tidak sedikit dari warganya yang terkena PHK dan mengalami penurunan penghasilan.

“Dengan adanya program CFW ini sudah barang tentu akan bermanfaat sekali. Warga yang terdampak pandemi bisa direkrut untuk bekerja memelihara infrastruktur yang ada di wilayahnya,” katanya.

Kucuran dana sebesar 300 juta melalui program KOTAKU tersebut, katanya, akan digunakan untuk pemeliharaan infrastruktur serta pelatihan-pelatihan.

“Harapan kami dengan adanya program CFW ini, disamping mewujudkan KOTAKU juga supaya daya beli warga semakin baik, perekonomian yang tadinya lesu, perlahan-lahan mulai bangkit,” pungkas Lurah Kepanjenlor. (Adv/ek)

Leave A Reply

Your email address will not be published.