Cakrawala News
Portal Berita Online

Cepot Belajar Menembak

4

Lantaran Kerajaan Pandawa tak mampu memperbanyak tentaranya, untuk menghadapi Perang Bharata Yunco, terpaksa rakyatnya harus belajar menembak. Namun payahnya, gedung DPR yang berseberangan dengan tempat latihan menembak jadi sasaran. Untung saja anggota DPR Pandawa pendek-pendek, tanpa membungkukpun anggota DPR lolos dari peluru nyasar. Bahkan, peluru itu menembus kerudung seorang staf wanita di gedung DPR itu.

Ketika Punggawa menyergap tempat latihan tembak, Si Cepot dan Si Dewala ditangkap. Keduanya dianggap lalai sehingga peluru yang ditembakannya menembus enam ruangan gedung DPRD.

“ Yoyyy, lagi ngapain ada di lapangan tembak Pot ?” kata Bratasena sambil memelintir kumisnya.

ads bukopin

“ Saya kan disuruh latihan menembak, Kakang Bima,” jawab Si Cepot.

“ Kenapa sasarannya Gedung DPR, Hemm ?” tanya Bratasena lagi.

“ Tepat sekali ya Kakang Bima ?” Si Cepot balik bertanya.

Bratasena melotot.

“ Maksudmu ?” tanyanya.

“ Saya kan latihan menembak Gedung DPR, Kakang Bima,” jawab Si Cepot.

“ Siapa yang menyuruh ?” kata Bratasena.

“ Resi Kombayana sama Aswatama,” jawab Si Cepot.

Bratasena memanggil Kombayana.

“ Ajaw…., tepat sasaran Pot, semangat, semangat,” kata Kombayana setelah datang ke tempat latihan.

Bratasena geleng-geleng kepala.

“ Yoooy, jadi Ama yang menyuruh ?” kata Bratasena.

“ Gal juga Bima, cuma saran aja sama Si Cepot. Kalau nembak yang bulat-bulat mah sudah biasa, tapi enggak ada tantangannya. Lagi pula enggak memicu keberanian orang. Coba kalau latihan menembak gedung DPR, itu namanya pemberani,” jawab Kombayana.

Bratasena manggut-manggut.

“ Betul juga ya,” katanya sambil mengelus-elus kumisnya.

Aswatama datang.

“ Maaf, Kakang Bratasena, rupanya salah sasaran. Pelurunya terbang tertiup kentutnya Si Cepot,” kata Aswatama.

“ Betul kamu menembak sambil kentut Pot ?” tanya Bratasena.

Si Dewala, adiknya yang menjawab.

“ Betul Kakang Bima, sewaktu menembak, Kang Cepot kentut keras sekali, sehingga pelurunya beterbangan ke gedung DPR,” katanya.

“ Celana saja juga sampai robek,” Kata Si Cepot, menimpali.

Keesokan harinya, Bratasena pasang papan nama, bunyinya, Dilarang Latihan Menembak Sambil Kentut.

*Ruddy As

 

Comments are closed.