Cakrawala News
Portal Berita Online

Cekoki Bocah Dengan Miras, Dua Pemuda di Luwu Timur Ditangkap

0 21

LUWU TIMUR, CAKRAWALA.CO – Polisi menangkap dua pemuda yang memberikan minuman beralkohol kepada seorang anak di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Video saat seorang anak itu diberikan minuman keras viral di media sosial.

FE (20) dan RFH (19) harus mendekam di jeruji besi Mapolres Luwu Timur. Sebelumnya aksi kedua pemuda ini viral di media sosial setelah menyuruh seorang bocah menenggak minuman keras hingga mabuk dan berjalan sempoyongan.

AKBP Indratmoko mengatakan, kedua pemuda ini ditangkap oleh karena ulahnya yang mencekoki bocah dengan miras hingga berjalan sempoyongan “Teler”.

ads bukopin

“mereka sudah ditangkap dirumah masing-masing di kecamatan Towuti dan Sudah dibawa ke Polres Lutim (Luwu Timur),” kata Kapolres Luwu Timur AKBP Indratmoko, saat dihubungi, senin (24/8/2020).

Atas tindakan tidak bermoral yang dilakukan, kedua pemuda asal Desa Timampu, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan ini disangkakan pasal berlapis mulai pasal 76b, pasal dan 76j ayat 2 UU Perlindungan Anak serta pasal 45 ayat 1 UU Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Pasal yang disangkakan adalah UU Perlindungan Anak dan UU ITE,” kata Kapolres Luwu Timur, AKBP Indratmoko.

Indratmoko mengatakan kedua tersangka ini dijerat pasal 76b dan 76j ayat 2 UU Perlindungan Anak menjelaskan bahwa setiap orang dilarang dengan sengaja menempatkan, membiarkan, melibatkan, menyuruh melibatkan Anak dalam penyalahgunaan, serta produksi dan distribusi alkohol dan zat adiktif lainnya.
“Ancaman hukumannya 5 hingga 10 tahun penjara,” ucapnya.

Sementara pasal 45 ayat (1) Undang-undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juga disangkakan kepada kedua pemuda itu karena secara sengaja mengunggah aksi mereka ke sosial media.

“Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan mentransmisikan atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun atau denda paling banyak Rp1 miliar,” papar Indratmoko.

FE berperan sebagi orang yang memberi miras kepada bocah itu berulang kali, sementara RFH berperan sebagai orang yang merekam aksi kawannya itu.

“Keduanya dijemput langsung oleh Kasat Reskrim,” kata Indratmoko.

Indratmoko menjelaskan bahwa aksi kedua pemuda itu dilakukan di sebuah kebun lada yang berada di Desa Pekaloa, Kecamatan Towuti, Sulawesi Selatan.

Sementara bocah yang menjadi korban kelakuan tidak bermoral kedua pemuda ini akan diperiksa kesehatannya. Polisi khawatir ginjal bocah itu rusak akibat menenggak miras dalam jumlah banyak.

“Besok kita bawa ke rumah sakit untuk diperiksa,kami takut jika organ tubuhnya rusak karena terlalu banyak menegak miras.” tutupnya.(Rez/Ril)

Leave A Reply

Your email address will not be published.