Cakrawala News
Portal Berita Online
ads riau 2

Cegah Longsor dan Banjir, Pemkab Madiun Tanam 7.000 Polibag Akar Wangi

0 137

Madiun, Cakrawala.co – Pemerintah Kabupaten Madiun bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Madiun, menanam sedikitnya tujuh ribu polybag tanaman akar wangi, di Dusun Dolog, Desa Cermo, Kecamatan Kare – Kabupaten Madiun, Senin 22 Maret 2021, yang juga bertepatan dengan Hari Air Sedunia.

Penanaman dipimpin langsung oleh Bupati Madiun Ahmad Dawami Ragil Saputro, Wakil Bupati Hari Wuryanto, didampingi Kalaksa BPBD Kabupaten Madiun M Zahrowi, Kapolres Madiun AKBP R Bagoes Wibisono, Dandim 0803/Madiun Letkol Inf Edwin Charles, dan seluruh komponen mitigasi bencana Kabupaten Madiun.

Bupati Madiun Ahmad Dawami mengatakan, tanaman akar wangi atau vetiver ini diklaim bisa menjadi tanaman penahan longsor, dan dapat mereduksi pencemaran tanah. Dijelaskan Bupati, ini karena akar dari tanaman bernama ilmiah Chrysopogon zizanioidesdari famili Poacease ini bisa menghujam dan mencengkeram tanah hingga kedalaman mencapai 5 meter lebih.

“Akar wangi ini punya ciri khas akarnya yang menghujam dan mencengkeram tanah hingga lima meter lebih ke dalam tanah. Inilah yang akan menjadi penyangga untuk menghindari terjadinya tanah longsor. Ketika akar wangi ini ditanam di wilayah yang miring, artinya juga akan menghambat turunnya air ke bawah,” ungkap Bupati.

Bupati yang akran disapa Kaji Mbing ini menjelaskan, sebagai langkan preventif, kedepan pihaknya bakal terus mengembangkan bibit vetiver ini. Untuk kemudian disebarkan di seluruh wilayah yang rawan longsor sekitar lereng Gunung Wilis. Diantaranya, Kecamatan Saradan, Gemarang, Kare, Dagangan, dan sebagian Dolopo.

Kemudian dilanjutkan Kaji Mbing, selain daerah rawan longsor, daerah rawan banjir juga tak luput dari sasaran penanaman akar wangi. Yakni, daerah aliran Sungai Bengawan Madiun, yakni Kecamatan Wungu, Madiun, Wonoasri, Balerejo, Saradan, Pilangkenceng, dan Mejayan. Ditegaskan Bupati,

“Artinya dari sini nanti akan disebarkan ke wilayah-wilayah lainnya. Jadi, ketika turun hujan, air harus kita hambat di permukaan atas, sehingga ketika turun ke bawah pun tidak akan melebihi kapasitas sungai yang kita miliki. Sebagai langkah preventif, tentu menjadi tugas kita menjaga dan mengelola kekayaan alam, termasuk sumber air nya,” pungkas Kaji Mbing.*(Ayu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.