Cakrawala News
Portal Berita Online
ads riau 2

Cegah Klaster Baru Covid-19 Jelang Idul Fitri 1442 H, Gubernur Jatim Larang Takbir Keliling

0 299

Madiun, Cakrawala.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, didampingi Kapolda Jawa Timur dan Pangdam V/Brawijaya, meninjau shelter penanganan Covid-19 di Gedung Pramuka, Kecamatan Jiwan – Kabupaten Madiun, Sabtu sore 8 Mei 2021.

Seperti diketahui, sejumlah pekerja migran Indonesia (PMI) yang kembali ke Indonesia karena habis masa kontrak kerjanya, sedang menjalani masa karantina. Ini sebagai salah satu prosedur penerimaan kedatangan sebelum nanti mereka kembali ke kampung halaman masing-masing yang berada di wilayah Kabupaten Madiun.

“Pemprov Jawa Timur telah menyiapkan asrama haji Sukolilo sebagai tempat karantina awal dalam menangani PMI yang pulang. Setelah dari Asrama Haji Sukalila, para PMI selanjutnya masuk ke tempat karantina di masing-masing Kabupaten/Kota,” kata Gubernur.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Jawa Timur dan bersama Forkopimda Jawa Timur menyampaikan larangan kegiatan takbir keliling pada malam Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah. Ini disampaikan langsung oleh Gubernur saat melakukan kunjungan ke shelter penanganan Covid-19 di Kabupaten Madiun, Sabtu sore 8 Mei 2021.

Hal ini ditegaskan Khofifah, mengingat sampai saat ini masih dalam situasi Pandemi Covid-19. Untuk pelaksanaan sholat Eid, masyarakat diimbau untuk mengikuti status zona masing-masing. Artinya, panitia pelaksana harus memperhitungkan keamanan dan kenyamanan jamaah, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan detail pelaksanaan sholat Eid.

“Pada kegiatan takbir malam Hari Raya Idul Fitri, Masjid diharapkan untuk melakukan proses yang teridentifikasi dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan detail pada pelaksanaannya,” kata Gubernur.

Gubernur menambahkan, pengurus masjid harus memperhitungkan prosentase jamaah yang melaksanakan sholat. Prosentase ini dengan memperhatikan status zona persebaran Covid-19 dan melakukan pendaftaran jamaah yang hadir dalam pelaksanaan sholat Eid.

“Masjid-masjid di Jawa Timur kita mohon menggunakan format dengan mendaftarkan para calon jamaahnya. Ini untuk menghindari desak-desakan yang dikhawatirkan menimbulkan klaster baru Covid-19,” tandasnya. *(Ayu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.