Cakrawala News
Portal Berita Online
ads bukopin

Cegah Inflasi dan Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkot Madiun Hidupkan Lahan Mati

0 22

MADIUN, CAKRAWALA.CO – Dalam mencukupi kebutuhan pangan masyarakat yang terus meningkat ditengah pandemi Covid-19 (virus Corona), merupakan tantangan yang harus dihadapi Pemerintah Kota Madiun. Tantangan ini dijawab dengan memanfaatkan lahan mati, yang belum termanfaatkan, milik Pemerintah Kota Madiun.

Wali Kota Madiun, Maidi, menjelaskan, hal ini dilakukan untuk pemenuhan kebutuhan harian masyarakat Kota Madiun, sekaligus mendongkrak laju peningkatan produksi pangan, khususnya untuk komoditas sayuran dan tanaman bumbu. Upaya peningkatan produksi ini, dikatakan Wali Kota, sebagai persiapan menjelang musim kemarau dan musim hajatan. Serta menangkal inflasi dalam menyongsong era tatanan baru (New Normal).

“Masyarakat Kota Madiun saat ini, dalam hal pemenuhan kebutuhan sehari-hari sudah berjalan baik. Demikian juga perekonomiannya juga sudah mulai berjalan dan siap menyongsong New Normal,” kata Wali Kota.

Wali Kota Menambahkan, Pemerintah Kota Madiun bakal menggarap kurang lebih 20 hektar lahan tidur. Salah satunya yakni pengerjaan satu hektare lahan yang berada di seberang Rusunawa, Jalan Manis Raya, Kota Madiun. Jumat pagi, 3 Juli 2020, Wali Kota Maidi, turun langsung bersama personel gabungan lintas OPD, memulai pembukaan lahan mati yang bakal disulap jadi lahan subur, dengan membersihkan rumput liar.

“Ini nantinya bakal ditanami berbagai macam tumbuhan, yang menjadi kebutuhan masyarakat Kota Madiun sendiri. Seperti, sayur, seperti cabai, bawang merah, tomat, ketimun, terong, hingga kacang panjang. Semuanya kita siapkan untuk menuju new normal hingga ke kondisi normal yang sesungguhnya. Jangan sampai saat masyarakat membutuhkan, semua harganya mahal,” imbuh Maidi.

Berdayakan Kelompok Tani, Gratiskan Kebutuhan Bercocok Tanam

Sejak enam bulan terakhir, Pemkot Madiun telah menjadikan sepuluh hektare lahan tidur. Sisanya, sekitar 20 hektare lagi sedang mulai dikerjakan. Diharapkan, dari 10 hektare yang termanfaatkan, memiliki siklus tanam yang bagus dan setiap hari hasilnya dapat dipanen. Sehingga, saat pasokan sayuran dari luar Kota Madiun berkurang, masyarakat Kota Madiun bisa memenuhi kebutuhannya sendiri.

Untuk mengelolanya, Pemkot Madiun memberdayakan kelompok tani. Bahkan Maidi memastikan, semua fasilitasnya diberikan secara gratis, baik itu sewa lahan, kebutuhan air dan juga pupuk. Ia juga akan melakukan pendampingan terhadap kelompok tani penggarap lahan mati tersebut.

“Mekanismenya nanti, para petani tinggal mengolah lahan dengan menanam berbagai jenis tumbuhan sayur yang dapat dipanen untuk mencukupi kebutuhan masyarakat kota,” kata Maidi.

Sasaran penjualan dari hasil panen lahan ini nantinya, adalah masyarakat Kota Madiun sendiri. Hal ini dipastikan Wali Kota, sebab dikhawatirkan pada saat musim kemarau, kebutuhan sayur masyarakat kota tidak bisa tercukupi, karena daerah pemasok sayur tidak mampu memenuhi kebutuhan.*(ADV/Ayu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: