Cakrawala News
Portal Berita Online

Cegah Corona, 48 NAPI Solo Raya Dapat Asimilasi,Habiskan Hukuman Di Rumah

0 28

 

SOLO CAKRAWALA.CO,-Sebanyak 48 Narapidana dari Rumah Tahanan di Soloraya,yang sudah menjalani setengah masa tahanan dan dua per tiganya,hari ini,rabu(01/04/20) mulai menjalani sisa masa tahanan mereka di rumah masing masing,Hal  ini sesuai dengan kebijakan asimilasi dan integrasi yang dikeluarkan Menteri Hukum dan HAM dalam rangka pencegahan dan penanggulangan virus Corona atau Covid-19.

 

 

Total 48 Narapidana dari tiga Rumah Tahanan di SoloRaya .yang masing masing 29 Napi dari Rutan Klas 1 Soloa,1 Napi dari Rutan Boyolali dan 18 Napi dari Rutan Sragen,yang telah memenuhi syarat seperti sudah menjalani setengah masa pidana,dua pertiganya tidak melebihi waktu hingga 31 Desember 2020, berkelakukan baik, tidak termasuk kasus korupsi (PP28) dan bandar narkoba,juga kasus terorisme (PP99).hari ini rabu(01/04/20) diberi kesempatan menjalani asimilasi alias menjalani sisa masa tahanan di rumah mereka masing masing,dalam pengawasan Balai Pemasyarakatan (Bapas).

 

Mereka yang menjalani sisa masa tahanan  di rumah tersebut, juga telah melalui sidang oleh tim pengamat persyaratan (TPP),yang kemudian direkomendasikan oleh Rutan.dan kemudian dilaporkan ke Balai Pemasyarakatan (Bapas) yang menjadi pengawas para Narapidana tersebut.

Kepala Bapas 1 Solo, Kristiana Hambawani ditemui di kantirnya,rabu(01/04/20)siang mengatakan,”mulai hari ini hingga tujuh hari kami akan melaksanakan tugas dari kementrian kami,tentang Peraturan Pemerintah Nomor 10 yang dikeluarkan oleh Kementrian Hukum dan Ham.untuk menerima klien asimilasi dari LP dan Rutan.

Dimana asimilasi ini merupakan hak dari setiap warga binaan, jadi mereka sudah menjalankan setengah masa tahananya bisa diasimilasikan, begitu juga dengan masa dua pertiga masa tahananya,mendapat Pembebasan Bersyarat(PB),Cuti Menjelang Bebas(CMB)dan Cuti Bersyarat(CB ) seperti itu, setengah masa asimilasi ini istilahnya asimilasi di rumah,”jelasnya.

 

Kristiana Hambawani,menambahan.”Selama ini asimilasi dilakukan oleh LP Dan Rutan, jadi asimilasi diluar kembali ke Rutan, untuk asimilasi dari Pemerintah ini asimilasi dilakukan di rumah, dalam pengawasan kami, (BAPAS).Bapas juga berkoordinasi dengan ihak aparat setempat,untuk ikut menanganai pengawasan. Klien pemasyarakatan juga akan dikenakan wajib lapor satu bulan sekali,mereka tetap akan diberikan kegiatan dari Bapas dan tidak boleh keluar kota,” Tambahnya.

 

Seperti dietahui,Menteri Hukum dan HAM membuat kebijakan asimilasi dan integrasi dalam rangka pencegahan dan penanggulangan virus Corona atau Covid-19.Secara nasional berdasarkan keputusan menteri hukum dan HAM Nomor M.HH-19 PK.01.04.04 tahun 2020 ada pembebasan melalui asimilasi dan integrasi bagi narapidana (NAPI)  hari ini,Jumlah total data nasional NAPI yang dikeluarkan terkait kebijakan ini ada 30 ribu diseluruh Indonesia.(AgB)

 

 

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: