Cakrawala News
Portal Berita Online

Catut Nama Perusahaan Lain, Penambangan Emas Ilegal Rusak Kawasan Hutan Konservasi

0 163

GUNUNG MAS KALTENG CAKRAWALA.CO – Keberadaan Perusahan tambang emas di daerah Bahane, Desa Sei Antai, Kecamatan Tumpang Rahuyan, Kabupaten Gunung mas (Gumas)  Kalimantan Tengah (Kalteng), kini sudah menghentikan kegiatan penambangan, namun di duga kuat keberadaan perusahaan tersebut namanya di catut para penambang ilegal yang masih mengatasnamakan perusahaan tersebut.

Akibatnya kondisi kawasan diwilayah eks bekas penambangan emas tersebut kondisinya mengalami kerusakan parah bahkan kerusakannya semakin meluas dan bahkan para penambang ilegal kini sudah berani melakukan kegiatan penambangan dilahan hutan lindung yang selama ini dinilai sakral.

“mobilisasi mobil besar pengangkut alat berat sering kali terlihat melihat dengan mudahnya tanpa takut sedikitpun dengan hukum,” ungkap salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya kepada cakrawala.co baru-baru ini.

Berdasarkan pantauan dilapangan maraknya ilegal minning atau penambangan ilegal masih terus terjadi hingga kini. Banyak para  penambangan emas ilegal yang mencatut nama perusahaan tambang emas yang sudah lama tidak beroperasi.

Dengan cara begitu mereka dengan mudah dapat mengeruk tanah yang dinilai mengandung emas sehingga  menimbulkan kerusakan lingkungan dan bisa menjadi erosi nagi daerah tersebut.

Aktifitas mereka para penambang liar tersebut sepertinya tidak pernah tersentuh hukum karena dengan leluasanya menggerakan alat berat dalam skala besar yang dilakukan untuk mencapai target pendapatan emas setiap bulannya yang diperkirakan bisa mencapai lima puluh kilogram.

Saat cakrawala.co beruusaha melakukan konfirmasi dengan salah seorang karyawan pekerja tambang ilegal, mereka mengakui bahwa ijin mereka atas nama perusahaan yang dinilai sudah tidak aktif lagi, namun mereka tetap  bekerja didaerah hutan yang ternyata masuk kedalam wilayah konservasi hutan lindung.

Fatalnya lagi mereka melakukan penambangan dengan menggunakan cairan kimia untuk proses pembuatan emasnya tanpa dilindungi alat kesehatan yang bisa mengakibatkan para pekerja disana terserang berbagai macam penyakit terutama paru-paru bahkan saat pandemi covid ini mereka sama sekali tidak menerapkan protokol kesehatan.***( HT )

Leave A Reply

Your email address will not be published.