Cakrawala News
Portal Berita Online
Banner Sky Kiri
Banner Sky Kanan

Catatan Kaki Kunjungan Presiden Jokowi Diporos Matahari

Oleh: Janur M Bagus

Sebuah kunjungan kerja Kepala Negara baik didalam negeri maupun ke luar negeri merupakan hal biasa dan biasa dilakukan para Kepala Negara dimanapun termasuk bagi Ketujuh Kepala Negara Indonesia (Presiden) pada setiap masa jabatannya masing-masing melakukan kunjungan kerja didalam dan diluar negeri.

Standarisasi kunjungan kerja Kepala Negara hampir sama baik dari sisi penganggaran akomodasinya maupun pengamanan juga dengan propgram-propgramnya tidak jauh berbeda, karena itu seperti telah menjadi bagian dari Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam setiap rangkaiannya. -Semuanya adalah amanat peraturan Perundang-undangan yang ada- gak usah nyiyir apalagi ngiri…biasa aja kok…

Dua hari menjadi poros matahari di Kabupaten Garut dalam kunjungannya, Presiden yang memboyong Ibu negara Iriana Joko Widodo juga sejumlah menteri Kabinet Indonesia Kerja dan para pejabat lainnya cukup memberi warna, baik warna politik maupun warna lain dari rencana pembangunan kota Kecil pemilik sejarah masa lalu yang penuh dengan muatan sejarah tak kalah mentereng dalam lintasan sejarah bangsa Indonesia sejak jaman penjajahan hinggga era Kemerdekaan yang juga usianya sudah menyentuh angka lebih dari 72 Tahun.

Bisa jadi dalam sejarah kelahiran Kota berjuluk Swiss Van Java  ini, Kehadiran Presiden Jokowi dengan durasi kunjungan kerja yang lumayan lama hingga menyentuh 2 x 24 jam ini yang membawa serta rombongannya akan menjadi kado ulang tahun Hari Jadi Garut ke 206 yang jatuh pada tanggal 16 Februari 2019 mendatang.

Dalam suatu titik singgah dirangkaian kunjungan kerjanya di Garut tak salah jika Jokowi menyebut Ada Kado istimewa untuk warga Garut dengan mempersembahkan Pembangunan Jalan Tol Cileunyi Garut Tasik (Cigatas) dimana pemenang lelangnya segera diumumkan dan itu berarti mulai pengerjaan fisik bangunan bisa segera dimulai.

Hanya itukah kado ulang Tahun untuk Garut ke 206 tahun dari presiden? tentu saja tidak, karena semua program yang lahir dan ditinggalkan di Garut buah dari kunjungan kerja presiden ke 7 Indonesia ini pada dasarnya adalah untuk warga Garut. Sebut saja memastikan rekativasi jalur Rel Kereta Api Cibatu-Garut-Cikajang, presiden Jokowi merestui dan mensuport sepenuhnya, penataan Objek Wisata legendaris Situ Bagendit juga tak luput dari legitimasi Jokowi,  makanya pantas menyempatkan hadir malah ikut dicukur rambut dalam rangkaian  pemberdayaan para tukang cukur yang telah menjadi salah satu brand kota Garut sebagai lumbungnya tukang cukur profesional.

Lagi-lagi presiden memberikan apresiasi dengan menyebut perofesi cukur adalah bisnis kreatif dengan kemampuan seni yang cukup menjanjikan bagi kemandirian kesejahteraan para pelakuknya.

“Intinya saya berada disini adalah untuk meresmikan program pembangunan perumahan bagi Persaudaraan Pemangkas Rambut Garut (PPRG) dan memastikan  penataan Danau Bagendit yang dananya dari Anggaran Pemprov Jabar oleh Pak Gubernur,”ungkap presiden.

Selebihnya yang dilakukan Jokowi di poros matahari adalah berbagi hati bermuatan menuai simpati karena posisi suksesi untuk kali kedua dirinya ikut kontestasi di Pilpres setelah ungul lima tahun lalu tentu saja harus mengulang sukses diperiode kesempatan kedua.

Persepsi-pun sah sah saja jika ada yang menuding kunjungan kerja presiden bisa berlama-lama karena agenda politik, tentu saja…karena politik lebih menggoda dan harus menjadi bagian berbingkai rapi karena ini adalah strategi yang akan dilakukan oleh siapapun yang ikut dalam kompetisi.

Kucuran Kredit Usaha, Dana PKH atau apapun bentuknya itu adalah investasi politik bagian dari bumbu janji janji politik yang pernah diutarakan dalam pusaran kompetisi.

Keungulan petahan sudah bisa dibaca dan tidak perlu dianalisa terlalu serius karena memang peluang dan kesempatan tidak akan disa-siakan oleh siapapun yang mengalaminya. Sekali lagi ini bagian dari strategi, ini adalah ring pertarungan yang akan mempertaruhkan apapun yang dimiliki demi sebuah keberhasilan dalam kompetisi. Ingat kesempatan tidak akan datang dua kali apalagi menjemput kemenangan yang sudah didepan mata akan sulit untuk diabaikan begitu saja…

Boleh saja siapaun punya hak untuk menginterprestasi kehadiran presiden dalam kunjungan kerjanya, bahkan disalah satu titik lintasan tertentu iring-iringan rombongan presiden malah disambut teriakan dengan mengelu-elukan lawan tanding dalam kontestasi Pilpresnya. Ini era demokrasi sah-sah saja jika merasa itu penting untuk dilakukan selama masih dalam koridor biasa dan tidak bertendensi pelecehan atau penghinaan, bahkan dalam beberapa latar pertemuan dengan warga, ada saja warga yang berselfie dengan mengacungkan simbol jari yang bukan jargonnya Jokowi….Namun sekali lagi tidak masalah apalagi kunjungan Jokowi lebih kental mengusung Kunjungan sebagai Kepala Negara meski ada agenda internal sebagai hal yang biasa.

Catatan kaki dari kunjungan Jokowi di poros matahari adalah sebuah edukasi kedewasaan politik karena ini tahunnya politik. Ini pendidikan politik bagi warga negara yang senantiasa bertendensi politik. Ini pendewasaan pandangan politik dalam membaca stategi dan alur kontestasi meski terjemahannya akan banyak ragam tergantung dari sisi mana hendak memberi makna.

Keuntungannya, jelas ada sebab bagi sebagain komunitas atau ring bisnis penyedia jasa sudah dapat dipastikan kehadiran presiden jokowi adalah belanja akomodasi dan jasa yang berefek pada kas para penyedia layanan akomodasi yang ada. keuntungan lainnya bagi para poros  halang dan gelandang penyerang gerbong politik pengusung, ini amunisi hebat non finansial karena pompaan semangat kedekatan yang sangat kuat.

Bagi Garut ini adalah peristiwa penting yang akan menjadi sejarah dikemudian hari ketika semua telah menjadi cerita bahwa pada era ini era presiden ke 7 pristiwa ini akan terekam jelas sisi promosi kota Garut sebagaimana dahulu presiden pertama Sukarno singgah dan berkunjung ke Garut, hingga kini sayup sayup ceritanya akan terus terdengar pada moement-moment yang relevan karena Garut telah menjadi poros matahari atas kunjungan para petinggi negeri.***

***Penulis adalah Ketua Forum Komunikasi Kelompok Informasi Masyarakat Kabupaten Garut

 

 

 

Facebook Comments
%d bloggers like this: