Cakrawala News
Portal Berita Online

Catatan Akhir Tahun 2019 dari Bupati Garut Rudy Gunawan

GARUT JABAR CAKRAWALA.CO – Mengakhiri tahun 2019 Bupati Garut Rudy Gunawan menyampaikan catatan akhir tahun dengan sejumlah persoalan yang belum dapat diselesaikannya, baik menyangkut kinerja aparatur pemerintahan maupun pembangunan infrastruktur.

Berikut hasil perbincangan terkait catatan akhir tahun Bupati Garut Rudy Gunawan dengan Redaktur cakrawala.co Janur M Bagus (JMB)

JMB : Apa yang menjadi catatan Anda di akhir Tahun 2019 ini, bisa sedikit dipaparkan ?

Rudy Gunawan : Begini..Saya juga sangat kecewa dengan beberapa hal berhubungan dengan  program kegiatan yang belum selesai atau belum dapat  dilaksanakan. Hayu lah… kita evaluasi makanya saya akan lakukan mutasi diinternal pejabat Pemkab Garut.  Saya akan minta pertanggung jawaban dari para ASN pelaksana berbagai program tersebut, bahwa Garut juga mempunyai persoalan yang berat, IPM Kita masih dibawah rata-rata baik di Jawa Barat maupun di Indonesia. Jadi.. seperti saya katakan tadi ayolah kita bersama-sama melakukan introfeksi diri atau insyaf-lah istilahnya…

JMB : Asfek mana atau apa saja yang menjadi fokus pada catata anda ?

Rudy Gunawan : Salah satunya adalah dari sisi pengawasan dan perencanaan. Saat ini dengan tidak adanya TP4D  otomatis pengawasan dari Inspketorat harus lebih ditingkatkan dan lebih banyak lagi pekerjaanya, jika selama ini setiap kegiatan pelaksanaan program terpasang papan nama pengawasan TP4D sekarang dan kedepan tidak akan ada lagi karena keberadaannya sudah dibubarkan.

JMB : Untuk Infrastruktur sendiri bagaimana itu?

Rudy Gunawan : Dari sisi infrastruktur jelas saya juga kurang puas dan kecewa dengan hasilnya, sampai saat ini seharusnya sudah selesai banyak proyek bangunan yang masih mangkrak. Coba saja lihat pembangunan gedung kantor Dinas Koperasi, Sarana olah raga, beberapa puskesmas dan masih banyak juga yang lainnya..

JMB : Terus seperti apa langkah anda di Tahun 2020 mendatang?

Rudy Gunawan : Tentu saja ada langkah-langkah lain yang dapat diambil untuk penyelesaian itu semua, misalnya dengan memberikan waktu tambahan penyelesaian 50 hari dan berbagai konsekuensi lainnya akan diberikan kepada pihak-pihak terkait.

JMB : Berapa banyak dalam hitungan Anda yang dinilai bermasalah sepanjang tahun 2019 ini?

Rudy Gunawan : Jumlah persisnya nanti saya akan minta laporan dan penjelasan dari Kepala Inspektorat kebetulan saat ini lagi berangkat ke Jakarta dalam rangka evaluasi akhir tahun.

JMB : Terus mengenai peluang investasi di Kabupaten Garut untuk tahun 2020 ?

Rudy Gunawan : Nah untuk peluang investasi itu..Saya juga mau minta bantuan dari rekan-rekan Pers khusunya yang ada di Garut, karena terus terang saja selama ini Garut memiliki citra kurang bagus terkait investasi. Saya juga pernah dipanggil Kemenko Prekonomian dan dari bidang investasi bahwa ke Garut ini “riweuh”   atau banyak masalah jika ada yang hendak berinvesatasi terutama yang berkaitan dengan Lembaga Swadaya Masyarakatnya.

JMB : Maksud anda banyak  yang ngerecoki gitu ? 

Rudy Gunawan : Yaa begitulah banyak hal hal misalnya menyakut pembebasan lahan ada banyak persyaratan persyaratan yang tiba-tiba muncul dari pihak NGO sehingga para investor mengeluh, seperti ada investor Korea yang bicara kepada sesama investor Korea melalui asosiasinya, itu ada juga yang mengeluhkan tentang ruwetnya investasi di Garut.

JMB : Apa bisa dikatakan Garut tidak kondusif untuk investasi ?

Rudy Gunawan : Sekarang kita coba yakinkan kepada mereka pihak-pihak yang menganggap ribet untuk investasi di Garut, bahwa sesungguhnya tidak seperti itu, karena persoalan-persolan seperti itu kita jamin bisa kita selesaikan dengan baik.

JMB : Seperti apa upaya yang akan dilakukan mengatasi itu semua ?

Rudy Gunawan : Sebenarnya selama ini mereka pihak investor sudah ada Trash atau kepercayaan kepada pihak pemerintahan karena benar-benar tidak ada pungli tidak ada hal hal yang dibebankan diluar ketentuan dan yang ada itu pada saat masuk tahapan proses pembangunan ya dari pihak-pihak NGO itu…

JMB : Ooh yang tadi itu di tingkat masyarakat?

Rudy Gunawan : Ditingkat NGO yang mulai ikut merecoki sehingga masyarakat ikut bereaksi, tetapi mungkin semua itu terjadi karena masih kurangnya tingkat sosialisasi dan penyampaian maksud dan tujuan sesungguhnya. Ini butuh penjelasan mendalam karena banyak juga lapisan masyarakat yang salah menafsirkan Dana CSR misalnya, itukan seharusnya ketika perusahaan sudah beroprasi atau berjalan baru bisa mengalokasikan CSR, Nah..dikita masih ada yang salah memahami hal itu..Seperti maaf juga, kemarin kemarin ada yang pergi ke Start Energy mau minta dan apa itu, padahal kan semuanya sudah diberikan bonus produksi uangnya melalui pemda Garut dan dibagikan ke Desa-Desa  sebesar 50 persennya..

JMB : Jadi masih banyak Pekerjaan Rumah Anda di tahun 2020 nanti? 

Rudy Gunawan : Masih sangat banyak, makanya membutuhkan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat Garut.

%d bloggers like this: