Cakrawala News
Portal Berita Online

Cara Mencangkok Cepat dan Maksimal Ditemukan di Kulon Progo

0

Kulon Progo, Cakrawala.co, – Luar biasa ! Agrobiz Centre Banaran ( ACB ) menemukan teknik cangkok cepat dan maksimal untuk berbagai jenis tanaman buah dan holtikultur, menggunakan Pampers Cangkok berisi media cangkok daun bambu giling dan tanah lembut.

Temuan ini bahkan bisa dikaterikan sebagai teknik cangkok yang fantastik. Karena sejumlah mencangkok tanaman buah dan holtikultura dengan Pampers Cangkok tersebut, bisa tumbuh akar lebat hanya tempo 15 hari.

“Bahkan ada sejumlah tanaman, seperti jenis waru, asem manis, dan sejumlah tanaman sejenis dicangkok dengan Pampers Cangkok produk kami ini bisa tumbuh akar lebat hanya dalam tempo 10 hari,” ujar Muh Zarngan, Koordinator Agrobiz Centre Banaran ( ACB) Kamis (24/12) kepada pers.

Beberapa tanaman buah yang biasanya susah dicangkok, bahkan setelkah dicangkok dengan Pampers Cangkok ACB bukan hanya bisa tumbuh sempurna, tetapi juga berakat dengan tempo sangat pendek. Yakni, ada yang berakat hanya dalam tempo 16 hari, ada yang berakat lebat hanya dalam tempo 20 hari, dan terlama berakar dalam tempo satu setengah bulan.

Untuk ukuran mencangkok dengan gaya lama, tentu waktu tumbuh akar 16 hari hingga 1,5 bulan sudah sangat luar biasa. Karena biasanya rata-rata tumbuhnya akar pada cangkok gaya lama bisa mencapai 3 hingga 4 bulan.

Dengan keberhasilan ini Agrobiz Centre Banaran ( ACB) akan menggelar tasakuran dengan menggelar ngopi bareng berbagai komponen masyarakat tanggal 27 Desember 2021 mendatang.

Karena mereka berhasil membuat inovasi keren, yakni hanya dengan tenggat waktu setengah bulan hasil cangkok sejumlah tanaman buah dan holtikultura, bisa tumbuh akar lebat serta kuat ( artinya bisa dipotong untuk ditanam pada berbagai berbagai media tanam, red ).

“Alhamdulillah, hasil kerja keras team cangkok, didukung oleh team pengembangan pupuk serta media tanam, akhirnya menghasilkan sesuatu yang insyaallah bermanfaat bagi dunia pertanian di tanah air,” ujar Muh Zarngan.

Nuh Zarngan memaparkan, sejumlah uji coba Pampers Cangkok ACB yang fantastik dan dianggap luar biasa dan kini sudah siap dipublikasikan ( sudah diturunkan / dipotong, red ) dan mulai ditanam di polibag atau media tanam lain, yakni tanaman waru karena tumbuh akar hanya dalam tempo 10 hari.

Cangkokan pohon beringin yang tumbuh akar lebat hanya dalam tempo 15 hari, kemudian tanaman buah jambu kerikil bisa tumbuh akar lebat hanya dalam tempo 21 hari. Tanaman asem manis, tumbuh akar hanya dalam tempo 16 hari.

Menurut Muh Zarngan, pada ujicoba cangkok tanaman asem mania sweet tamarind ini bahkan lebih fantastik. Karena hanya dalam tempo 16 hari akarnya sudah menerobos polibag atau cover plastik pada Pampers Cangkok, sehingga pada usia satu bulan sudah siap ditanam.

Sedang teknik mencangkok menggunakan Pampers Cangko ACB untuk jenis tanaman lain yang dianggap sukses yakni tanaman buah jenis jambu merah ( tanaman tergolong langka, red ) dan berhasil tumbuh akar dalam tempo 1,5 bulan. Atau menghemat waktu 50 persen, karena mencangkok tanaman jenis ini biasanya 3 bulan baru tumbuh akar.

“Itupun belum tentu sukses, bisa hidup, karena memang jenis jambu ini susah dicangkok, “ ujar Muh Zarngan.

Teknik cangkok cepat dan maksimal ini, menurut Muh Zarngan setelah Agrobiz Centre Banaran ( ACB ) melakukan pengembangan media tanam dan kompos dari bahan daun bambu setahun lalu. Ternyata daun bambu giling yang semula digunakan untuk media tanam dan kompos, setelah dimix dengan beberapa bahan lain, seperti cocopit dan sekam bakar serta pengurai bakteri bisa menghasilkan media cangkok keren yakni Pampers Cangkok.

Ketua Komisi 2 DPRD Kabupaten Kulon Progo, Priyo Santoso, langsung memebrikan ucapan selamat kepada Agrobiz Center Banaran ) ACB) atas temuannya yang inovatif dan sangat bermanfaat bagi pengembangan pertanian tanaman pangan ini.

“Selamat, terimaksih atas pengabdian yang luar biasa teman-teman Agrobiz Centre Banaran ( ACB ) temuan ini tentu akan memberi dampak positif bagi kemajuan bangsa, dan kami akan mengawal langkah teman-teman ini hingga pada legalisasi, hak paten, serta pengembangan produksinya. Kami berharap Pemda Kabupaten Kulon Progo, bangga serta memberi dukungan nyata untuk teman-teman di ACB,” katanya kepada pers. (gon)

Leave A Reply

Your email address will not be published.