Cakrawala News
Portal Berita Online

Cara Menangkal Konten Negatif

0 102

KABUPATEN GARUT JABAR CAKRAWALA.CO – Para generasi muda yang kini sudah banyak masuk dalam dunia digital maka harus terus diingat untuk memiliki etika yang baik. Sebab di dunia digital itu sangat banyak konten negatif yang dapat mempengaruhi mereka jika tidak memiliki etika digital yang baik. Konten-konten negatif itu harus diketahui oleh para generasi muda memang sengaja diciptakan karena berbagai motivasi.

Nandang Kusdiana, wakil kepala SMAN 3 Garut menjelaskan, faktor ekonomi tentunya. Banyak pihak yang kini mengambil keuntungan dari maraknya orang menggunakan media sosial. Mereka tidak memiliki bakat sehingga hanya mampu melakukan hal-hal negatif di media sosial seperti berita membuat hoaks, melakukan ujaran kebencian dan lainnya.

“Motivasi pembuatan konten negatif ya ini untuk keuntungan pribadi seperti di bidang politik untuk menjatuhkan lawan ataupun juga untuk merendahkan pesaingnya,” ungkapnya saat menjadi pembicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (23/11/2021) siang.

Selain motivasi dari pembuatan konten negatif, Nandang meyakini anak muda jugabharus paham jenis-jenis konten negatif untuk segera dihindari. Informasi hoaks menjadi konten negatif yang paling banyak beredar di ruang digital saat ini. Maka dari itu diperlukan sikap kritis saat menerima informasi, tidak langsung percaya hingga mengecek kebenaran melalui media massa terpercaya.

Selanjutnya yaitu cyberbullying tindakan agresif dari seseorang kelompok kepada orang yang lebih lemah secara fisik ataupun mental. Bentuk dari cyberbullying ini seperti doxing atau membagikan data personal, ada juga penyebaran video vulgar seseorang.

“Jika ada yabg melakukan perundungan seperti itu, tidak perlu dihiraukan tanggapi dan kata-kata yang menyejukkan jangan terlalu dibawa serius. Blokir orang yang mengganggu kita atau dapat langsung dilaporkan kepada pihak berwajib,” tambahnya.

Konten negatif lain yang hampir berkaitan dengan bullying yaitu ujaran kebencian. Ungkapan atau ekspresi yang menyakiti seseorang atau sekelompok dengan tujuan membangkitkan permusuhan dan diskriminasi. Ujaran kebencian ini hadir karena prasangka terhadap sebuah identitas, perasaan benci atau iri. Lalu tindakan pemberantasan dengan cara introspeksi diri. Mungkin saja postingan kita membuat orang lain tersinggung sehingga akhirnya ada orang lain yang ingin memberitahu kita namun dengan kata-kata yang kurang baik.

Kita juga dapat memaafkan orang yang berkata kasar, jika sudah sangat mengganggu, kita dapat memblok, mute dan juga hapus pertemanan. Alihkan perhatian terhadap diri sendiri saja tidak perlu kita menanggapi ujaran kebencian yang diarahkan kepada kita.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (23/11/2021) siang, juga menghadirkan pembicara, Atib Taufik Ibnu Bahrum (Ketua MGMP Kita Depok), Santia Dewi (Fashion Entrepreneur), Isro Danang Prastowo (Instruktur Edukasi4ID), dan Kila Shafia sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Leave A Reply

Your email address will not be published.