Cakrawala News
Portal Berita Online

Burung Kenari, Dari Hobi Jadi Pundi di Tengah Pandemi

0 971

Madiun, Cakrawala.co – Hobi memelihara burung kicauan umumnya dimiliki oleh kaum pria. Namun tidak bagi perempuan warga asal Kota Madiun ini. Tak hanya mengoleksi, ibu muda ini juga sukses mengembangkan hobinya dan menghasilkan pundi-pundi rupiah dengan menjadi peternak burung kicau jenis kenari.

Adalah Ria Wardaningtyas, saat ditemui di rumahnya di Jalan Suta Bhakti Blok H/194, Kecamatan Kanigoro – Kota Madiun ini menerangkan, selain membutuhkan nominal rupiah yang tidak sedikit, breeding burung kenari diakuinya juga memakan banyak waktu serta memerlukan ketekunan dalam menjalaninya. Faktor penting lain yang menentukan berhasil atau tidaknya adalah kecintaan terhadap hewan.

“Saya dan suami sudah menyukai burung kicau dari sejak lama, tapi memulai untuk breeding atau mengembangkan burung kicau jenis kenari, baru satu setengah tahun terakhir ini,” ujar wanita yang akrab disapa Mbak Ria ini sembari menyuapi bayi kenari yang baru menetas, Senin 31 Mei 2021.

Ria memanfaatkan satu ruang kamar bagian belakang di rumahnya sebagai kandang untuk menempatkan burung kenari koleksinya. Saat ini Ria memiliki sedikitnya 10 ekor kenari jantan dan 40 kenari betina, yang beberapa ekor sedang dalam proses mengerami telurnya, dan sebagian lagi sudah ada yang menetas.

“Saya sama suami sengaja memanfaatkan kamar bagian belakang ini untuk saya sulap jadi kandang kenari. Pertama memang kita tidak punya kandang yang luas, kedua biar lebih gampang mengawasi. Artinya, kalau kandangnya di rumah begini, kita juga gampang mengawasi,” ujarnya.

Ria nampak teliti dan telaten memberi makan bayi kenari yang baru saja menetas. Sembari menceritakan, bahwa tidak semua induk kenari mau menyuapi anak-anaknya. Sebagian dari bayi-bayi ini dititipkan ke induk lain, bahkan tidak sedikit yang harus dibantu disuapi makanan. Ria sengaja meracik sendiri makanan ini, agar bayi kenari bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

Melanjutkan ceritanya, Ria mengaku, awal beternak kenari dirinya tak langsung berhasil. Menurutnya, kurang lebih delapan bulan pertama tak satupun dari bayi-bayi kenari yang menetas ini bisa bertahan hidup. Ria menyebut, ini karena bermacam penyebab, diantaranya makanan yang disuapkan terlalu encer, sehingga bayi kenarinya kembung, kadang terlalu kental dan menyangkut di tenggorokan sehingga bayi-bayi kenari ini mati sesak nafas.

“Delapan bulan terakhir itu sama sekali nggak ada bayi kenari yang hidup. Macam-macam sebabnya, makanannya terlalu encer, kadang terlalu kental sampai akhirnya mereka mati,” tuturnya.

Sempat menangis dan hampir putus asa karena merasa usahanya tak berhasil. Ditambah lagi situasi pandemi Covid-19 yang memaksa Ria lebih banyak beraktifitas di rumah ini menuntutnya memutar otak. Dengan sering bertanya kepada teman sesama pecinta burung kicauan atau melalui you tube, akhirnya perlahan Ria mulai menemukan kembali semangatnya.

“Sering tanya ke teman sesama pehobi burung kenapa begini kenapa begitu, atau lihat di you tube bagaimana merawat bayi kenari. Pelan-pelan, butuh kesabaran, akhirnya mulai ada hasil. Beberapa ekor bisa bertahan hidup sampai akhirnya ada yang membeli, melalui forum jual beli online di akun Facebook,” imbuh Ria.

Bahkan Ria mengaku dalam satu bulan, dirinya bisa mengantongi uang hingga Rp 14 Juta dalam satu bulan. Wanita yang tidak pelit ilmu dan ramah sedikit suka bercanda ini mengaku, tidak canggung walaupun harus berpartner bisnis dengan pria. Meskipun diakuinya, tak sedikit yang meragukan kemampuannya atau bahkan dicurigai para istri sesama pehobi.

“Ada juga cerita lucu yang istrinya pembeli kenari saya yang cemburu. Wajar, karena umumnya pehobi burung kan mayoritas laki-laki, lha ini kok janjian beli burung sama perempuan. Tapi perlahan mereka akhirnya mengerti setelah kenal saya dan justru akrab juga akhirnya sama mereka,” kata Ria.

Wanita yang sudah sering diwawancara banyak media ini berpesan, bagi yang berminat untuk memelihara burung kenari, sebaiknya ketahui terlebih dahulu tentang cara perawatannya. Menurut Ria, sayang sekali jika sudah terlanjur membeli burung kenari dengan harga mahal, tapi cara perawatannya salah, kemudian menyebabkan burung menjadi sakit dan mati karenanya.

“Kalau mau belajar, saya terbuka kok. Karena saya juga tidak berhenti belajar, artinya ayo kiya belajar sama-sama,” tandasnya.*(Ayu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.