Cakrawala News
Portal Berita Online

Bupati Rembang Dorong Pengembangan Usaha Kaum Difabel

0 737

REMBANG, CAKRAWALA.CO – Bupati Rembang, H Abdul Hafidz mengapresiasi keberadaan kelompok Disabilitas Multi Karya Rembang (DMKR) yang terus berkarya membuat kerajinan dari limbah sampah menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi.

Dikatakan Bupati Hafidz, pemanfaatan limbah sampah menjadi barang yang bernilai ekonomi diharapkan mampu meningkatkan kemandirian kaum difabel.

“Apalagi, banyak kegiatan positif yang sudah dilakukan kelompok DMKR, salah satunya mengolah sampah menjadi barang yang lebih bernilai. Kami akan bantu dalam pengembangannya,” ucap Hafidz saat acara sarasehan kelompok DMKR, Rabu (16/9/2020).

ads bukopin

Hafidz menambahkan, kelompok DMKR patut mendapatkan apresiasi karena telah mengolah sampah menjadi barang yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Dikatakannya, saat ini pemerintah tengah mempersiapkan kebijakan untuk memberdayakan masyarakat penyandang disabilitas.

“Kami memberikan bimbingan pengetahuan, pendidikan, pelatihan dan keterampilan agar saudara-saudara kita ini bisa mengembangkan kemampuan dan berkarya. Ini menjadi motivasi bagi masyarakat Rembang, justru teman-teman dari DMKR peduli dengan sampah dan menjadikan produk yang bernilai ekonomi,” imbuhnya.

Hafidz berjanji akan mendorong UMKM, termasuk difabel bersinergi untuk meningkatkan daya saing dan nilai tawar produk yang dihasilkan.

“DMKR secara organisasi sudah kuat, kemandiriannya harus disupport, kita ada pinjaman perbankan tanpa agunan maksimal dana yang diajukan mencapai lima juta dengan bunga yang ringan pertahun,” imbuhnya

Ketua DMKR, Rudi Yulianta mengatakan pengembangan potensi diri kaum difabel melibatkan pendampingan dari Bank Sampah Induk Kabupaten Rembang dan dinas terkait.

“Pendampingan tidak hanya dalam proses produksi, namun juga dalam pemasaran hasil produksi,” ucapnya.

Ditambahkan Rudi, pendampingan pemanfaatan limbah sampah dari bank sampah induk menjadi barang yang mempunyai nilai jual mampu menumbuhkan produktifitas dan jiwa kewirausahaan bagi kaum difabel meskipun dalam kondisi keterbatasan fisik.

Diterangkannya, bahan baku limbah sampah didapatkan dari sedekah sampah oleh masyarakat yang dihimpun oleh Bank Sampah Induk Rembang.

“Selanjutnya, sampah dipilah untuk dijadikan kerajinan yang bisa dijual,” imbuhnya.

Salah seorang penyandang disabalitas, Saswati Ningrum berharap pemerintah Rembang bisa mendukung memasarkan produk yang dihasilkan kelompok DMKR.

“Kami berharap pemerintah lebih memperhatikan kelompok disabilitas. Sehingga kedepannya kami benar-benar bisa mandiri, produk yang kita hasilkan lebih bervariatif dan dikenal masyarakat luas,” harapnya.

Produk yang dihasilkan kelompok DMKR beragam antara lain tempat tisu dari limbah bonggol jagung, vas bunga dari botol air mineral, lampu hias, tempat sampah, asbak dan kerajinan lain dari limbah ban bekas. (Rom/Zen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.