Cakrawala News
Portal Berita Online

Bupati Madiun dan Wali Kota Madiun Sepakat Pengalihan Arus Tak Pengaruhi Distribusi Logistik Wilayah Madiun

0 124

MADIUN, CAKRAWALA.CO – Pemerintah Kota Madiun menerapkan pengalihan arus lalu-lintas. Hal ini diklaim sebagai langkan upaya antisipasi penyebaran virus Covid-19 (Corona). Yakni, Jalan Thamrin hanya bisa dilalui satu arah saja, yakni dari Selatan ke utara.

Namun kondisi ini justru dikhawatirkan warga. Pasalnya, pembatasan jalan masuk ke wilayah Kota Madiun menyebabkan kendaraan besar harus memutar lewat Jalan Raya Munggut, Kelurahan Munggut, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun. Padahal, di sepanjang Jalan Munggut terdapat dua jembatan kecil yang tidak dapat dilewati kendaraan bertonase lebih dari 20 ton.

Seorang warga Kelurahan Munggut, Jono mengaku khawatir kendaraan bertonase berat yang lalu-lalang di Jalan Munggut dapat mengakibatkan kecelakaan. Sebab, jalan Mungut hanya sekitar enam meter, dan tidak diperuntukan untuk kendaraan bertonase berat.

“Sekarang jadi ramai sekali, gara-gara jalan yang ditutup. Yang lewat kan banyak kendaraan besar, kami khawatir terjadi kecelakaan, apalagi kemarin kabel yang melintang dijalan itu putus, karena tersangkut kendaraan berat,” ungkap Jono.

Menindaklanjuti keluhan warga, Bupati Madiun, Ahmad Dawami langsung berkoordinasi dengan Wali Kota Madiun, Maidi. Dua kepala daerah tersebut bertemu di Careffour, Jumat 3 April 2020.

“Sore hari ini saya rundingan dengan pak Wali Kota. Kita tidak bisa langsung nutup, tidak. Tapi opsi-opi lain harus kita jalankan semuanya, jadi artinya menyangkut saluran distribusi logistik, dari arah utara (Ponorogo), dalam dua hari akan kita evaluasi, akhirnya nanti seperti apa kita tunggu,” kata Bupati.

Bupati yang akrab disapa Kaji Mbing ini menuturkan, berbeda dengan kebijakan yang diambil oleh Wali Kota Madiun, Pemkab Madiun tidak melakukan pentutupan jalan.
Pemerintah Kabupaten Madiun mengambil opsi, bahwa yang masuk dalam kategori ODP, diminta untuk mengkarantina diri di rumah.

“Makanya sampai hari ini kami melakukan pencarian ODP semuanya,” imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Madiun, Maidi membantah telah melakukan pentutupan jalan. Pihaknya mengaku hanya menutup sebagian jalan menuju akses keramaian yang berpotensi terjadi kerumunan massa, seperti ke tempat wisata.

“Yang ditutup yang menuju akses keramaian tempat wisata, tempat kerumunan. Tetapi yang untuk pusat perekonomian, seperti Pasar Besar, Mall, Rumah Sakit, 24 jam tidak tutup,” jelasnya.

Lebih lanjut Wali Kota menjelaskan, Pemkot Madiun hanya membatasi sebagian akses jalan masuk ke Kota Madiun dengan cara menutup satu ruas jalan. Dia mengatakan, tidak ada jalan yang ditutup secara total.

“Hari ini tidak ada penutupan, sifatnya ditutup satu arus, semuanya tidak ada yang ditutup total. Dibuat satu arus, jalannya dibuat muter. Tetapi semua akses, ke tempat pusat ekonomi, ke rumah sakit tidak ada masalah,” pungkas Wali Kota. (Ayu/Win)

Leave A Reply

Your email address will not be published.