Cakrawala News
Portal Berita Online

Bupati Kapuas dan Anggota DPR RI Dilaporkan ke Polda Kalteng

0 1,927

KAPUAS KALTENG CAKRAWALA.CO – Bupati Kapuas BB Bahat dan istrinya AE resmi dilaporkan ke Polda Kalteng oleh advokad senior Kalteng Baron Binti terkait dugaan penipuan. Laporan tersebut dilayangkan tanggal 29 Juni 2021, karena klien Baron Binti merasa ditipu oleh BB dan istrinya yang saat ini duduk di DPR RI.

“Benar kita melaporkan Bupati Kapuas dan istrinya ke Polda Kalteng. Laporan telah kami sampaikan beberapa waktu lalu,” kata Baron Binti saat dikonfirmasi melalui telepon, Rabu (7/7).

Dia mengatakan, kliennya Charles Theodore meminta agar kasus tersebut dilaporkan ke Polda. Pasalnya, klienya diduga menelan kerugian sekitar Rp 7,28 M.

ads harlah pkb

“Lebih jelasnya silakan ke Polda Kalteng. Intinya laporan sudah kita sampaikan,” ujar Baron binti mantan Kuasa Hukum Ben Brahim S Bahat Msh pemeriksaan di polda, kena ulun hub lah, ungkap Baron tks -yg dulu selaku pengacara Ben Brahim dan Ujang Iskandar pada sengketa Pilgub Kalteng 2020 lalu. Saat dihubungi cakrawala

Dugaan penipuan tersebut sdh dilaporkan ke Polda dengan nomor surat LP/B/137/VI/2021/SPKT/POLDA KALIMANTAN TENGAH, tgl 29 Juni 2021. Dalam surat tersebut terlapor adalah BB dan istrinya AE yang seorang anggota DPR RI .

Adapun kronologis kejadian dalam laporan tersebut, yakni pada hari Senin 31 Agustus 2020 pelapor di panggil oleh terlapor 1 (BB) untuk bertemu di Jakarta membahas tentang proyek. Sesampai di sana, sekitar pukul 12.00 WIB terlapor 1 menawarkan proyek kepada pelapor sebesar Rp 97.000.000.000,- (sembilan puluh Tujuh Milyar Rupiah), dan pada bulan Desember memulai pengerjaan proyek tersebut.

Selanjutnya pada saat itu terlapor 1 juga menyampaikan kepada pelapor untuk meyiapkan dana keperluan kampanye pada Pilgub 2020 sebanyak Rp 10.000.000.000,- (Sepuluh Milyar Rupiah) tetapi pelapor hanya mampu menyediakan dana sebesar Rp 2.500.000.000,-(Dua Milyar lima ratus juta Rupiah) yang diberikan kepada AB kakak kandung terlapor 2 (AE).

Lalu, tidak lama terlapor 2 menyuruh pelapor untuk menyediakan kaos kampanye sebanyak 700.000 (tujuh ratus ribu) lembar sebagai sarana kampanye. Namun pelapor hanya menyanggupi/memesan ke distributor di Surabaya sebanyak 420.000 (empat ratus dua puluh ribu) lembar senilai Rp 6.720.000.000,- (Enam Milyar tujuh ratus dua puluh juta rupiah).

Selanjutnya sekitar awal Oktober, pelapor menanyakan lagi proyek yang dijanjikan sebesar Rp 97.000.000.000,- (sembilan puluh Tujuh Milyar Rupiah) kepada terlapor 1. Namun proyek tersebut sudah diberikan kepada orang lain dan pelapor merasa kecewa lalu meminta kembalikan uang yang pernah pelapor kasihkan melalui AB Kakak kandung terlapor 2 sebanyak Rp.2.500.000.000,-(Dua Milyar lima ratus juta Rupiah).***Hamli Tulis

Leave A Reply

Your email address will not be published.