Cakrawala News
Portal Berita Online

Bupati Gresik Anjurkan Petani Gunakan Robot Pengusir Tikus

0 163

Gresik, cakrawala.co – Untuk membasmi hama Tikus yang selama ini menjadi salah satu kendala produktifitas gabah petani, Bupati Gresik, Jawa Timur Fandi Akhmad Yani menganjurkan petani memanfaatkan perkembangan teknologi dengan menggunakan robot pengusir tikus, Selasa (5/10/2021).

Menurutnya, selain menggunakan cara tradisional dan alami dalam mengusir tikus, sebaiknya juga memanfaatkan robot. Dengan usaha beriringan antara cara tradisional dan cara modern ini, diharapkan masalah hama tikus bisa dikendalikan.

“Kemarin saya sudah ketemu dengan anak-anak SMK Gresik untuk dibuatkan robot pengusir tikus. Anak-anak SMK kita ini pinter-pinter, langganan juara lomba robot,” ujar Gus Yani, sapaan akrabnya.

Keluhan mengenai hama tikus tersebut disampaikan sejumlah petani dalam kegiatan sapa petani yang berlangsung di Desa Sukoanyar, Kecamatan Cerme, Gresik.

Dalam kesempatan tersebut Bupati bersama Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah juga menyerahkan bantuan kepada Kelompok Tani Desa Sukorejo, diantaranya traktor roda empat, jaringan irigasi desa, jalan usaha tani dan Rubuha.

“Sejatinya, kesejahteraan para petani jadi target kita. Sukses panen, harga stabil. Itu sudah menjadi kebahagiaan bagi Pemerintah Daerah,” kata Gus Yani.

Lewat kegiatan Sapa Tani ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik lewat Dinas Pertanian menginginkan musyawarah bersama saat memasuki musim tanam, serta memberikan motivasi kepada para petani dan mendengar langsung persoalan yang ada di sektor pertanian.

Kegiatan dimulai dengan panen padi yang secara simbolis dilakukan oleh Wabup, panen padi di Desa Sukoanyar ini merupakan panen oadi yang ketiga, suatu hal yang istimewa mengingat rata-rata panen padi hanya dua kali.

Selain persoalan hama tikus, petani juga meminta Bupati untuk segera merealisasikan janjinya menormalisasi Kali Lamong, mengingat musim penghujan sudah dekat.

Untuk persoalan ini, Wabup Bu Min menjelaskan, pengerukan sungai yang saat ini dilakukan bertujuan agar kedalaman sungai tidak semakin dangkal, sehingga debit air waktu musim hujan mampu ditampung dan tidak meluber ke sekitar.

“Kali Lamong selain di keruk, juga dibuatkan sudetan untuk mengisi waduk – waduk yang nantinya akan digunakan untuk mengairi lahan pertanian waktu musim Kemarau,” ujar Bu Min.

Untuk diketahui, luas lahan pertanian di Kecamatan Cerme sebesar 6.668 hektar, produksinya 34.788 ton. (Zen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.